facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Menilik Komunitas Brompton Owners Sriwijaya, Pilih Sepeda Fleksibel dan Praktis Dibawa ke Mana-Mana

Tasmalinda Sabtu, 26 Maret 2022 | 13:57 WIB

Menilik Komunitas Brompton Owners Sriwijaya, Pilih Sepeda Fleksibel dan Praktis Dibawa ke Mana-Mana
Menilik komunitas sepeda Brompton di Palembang, Brompton Owners Sriwijaya (BOS) [Suara.com/Melati PA]

Bersepeda menjadi aktivitas yang biasa digelar di akhir pekan. Komunitas sepeda brompton rutin bersepeda di akhir pekan.

SuaraSumsel.id - Bersepeda menjadi salah satu alternatif olahraga yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Apalagi saat ini sudah banyak jenis sepeda yang memiliki desain yang unik dengan kegunaan yang lebih fleksibel. Salah satunya jenis sepeda Brompton.

Bagi beberapa kalangan, memiliki sepeda buatan Inggris ini perlu mengeluarkan kocek yang terbilang mahal. Sepeda ini menjadi salah satu sepeda lipat yang flexibel dan praktis dibawa ke mana-mana bahkan bisa dimasukkan ke dalam tas koper.

Salah satu pegiat sepeda Brompton yang juga pengurus komunitas Brompton Owners Sriwijaya (BOS), Basyarudin Akhmad mengatakan sepeda Brompton tergolong jenis sepeda lipat dengan memiliki lipatan sempurna.

"Kami memilih ini karena bisa dibawa naik LRT, pesawat, bahkan ke luar negeri juga bisa dibawa dengan koper," ujarnya kepada Suara.com, Sabtu (26/3/2022).

Baca Juga: Memasuki Bulan Ramadhan, Lapas dan Rutan di Sumsel Tingkatkan Operasi Halinar

Jenis sepeda Brompton pun beragam. Ada yang CHPT 3 edition, memiliki desain kreatif dan unik serta berbahan titanium atau logam murni. Ada juga jenis Black Edition yang komponennya serba berwarna hitam.

"Yang special edition, jenisnya banyak. Kalau yang agak mahal itu bahannya titanium, sedangkan yang biasa itu berbahan alloy. Dari berat sepedanya juga berbeda, kalau yang titanium itu lebih ringan dari yang biasa," jelas Basyarudin.

Soal harga, kata Basyarudin, sepeda Brompton sempat tembus hingga Rp200 jutaan saat sebelum pandemi. Tetapi, sekarang Brompton sudah bisa dimiliki dengan harga dibandrol Rp25 juta hingga Rp40 jutaan.

"Harga Brompton tinggi  karena animo masyarakat meningkat tetapi barangnya terbatas. Banyak yang ingin punya Brompton, harganya saat itu dari Rp150 juta sampai Rp200 jutaan. Tapi orang saat itu masih tetap mau beli," lanjutnya.

Basyarudin mengatakan ketika Brompton masih sedikit peminatnya, orang-orang beranggapan sepeda lipat jenis ini dengan sebelah mata. "Mereka menganggap lucu, dibully dulunya karena memiliki ban yang kecil. Lama kelamaan banyak yang suka," tambahnya.

Baca Juga: Jelang Vonis, Aktivis di Sumsel Beri Dukungan pada Munarman: Tolak Pembungkaman Suara-Suara Kritis

Giat bersepeda sudah digemari Basyaruddin sejak dulu. Dia pun berharap nantinya makin banyak kebijakan ramah lingkungan. Baik itu geliat pejalan kaki, pesepeda, bahkan saat ini sudah ada motor listrik.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait