Saat itu, setidaknya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Palembang, Sumatera Selatan mengungkapkan mencapai 4.000 kepala keluarga (KK) yang terdampak.
Selain masyarakat terdampak banjir, juga terdapat dua warga Palembang yang meninggal dunia akibat banjir tersebut. Salah satunya adalah ibu rumah tangga (IRT) yang terpelosok ke dalam aliran irigasi akibat ruas jalan raya yang terendam banjir.
Setidaknya ada lima kecamatan yang terdampak banjir, di antaranya Kecamatan Ilir Timur II sebanyak 100 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami banjir dengan ketinggian air hingga 25 cm.
Selain itu, Kecamatan Ilir Timur I sebanyak 3.100 Kepala keluarga (KK) yang terdampak dengan ketinggian air mencapai 25 cm, lalu di kecamatan Ilir Timur II sebanyak 1.040 KK yang terendam dengan ketinggian air 40 cm, serta Kecamatan Kalidoni dengan 500 Kepala Keluarga (KK) dengan ketinggian air mencapai 50 cm.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca 11 Februari 2022, BMKG: Sumsel Akan Berawan dari Pagi hingga Malam
Paling parah terjadi di Kecamatan Sukarami, tepatnya di Perumahan Graha Sukawinatan Permai, Jalan Perjuangan Sukajaya, RT 003 RW 007.
Di lokasi tersebut terdapat 160 KK dengan 100 KK yang terdampak. Adapun, jumlah rumah terendam lebih kurang 200 unit dengan ketinggian air hingga pinggang orang dewasa.
Basarnas juga melakukan evakuasi terhadap beberapa warga yang terdampak, serta dievakuasi dengan menggunakan perahu karet.
Tim SAR mengevakuasi 9 orang, 5 dewasa, 2 bayi dan 2 orang anak-anak. Sementara warga lainnya, lebih memilih bertahan, di rumah masing-masimg dengan berbagai pertimbangan terutama menjaga perabot rumah tangga.
Kontributor : Welly Jasrial Tanjung
Baca Juga:Dua Mantan Wagub Sumsel Jadi Saksi Sidang Alex Noerdin, Kasus Korupsi BUMD PDPDE Hilir