facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Survei: Pandemi COVID-19 Bikin Resiko Kesehatan Tubuh Lebih Kompleks

Tasmalinda Sabtu, 29 Januari 2022 | 06:05 WIB

Survei: Pandemi COVID-19 Bikin Resiko Kesehatan Tubuh Lebih Kompleks
Ilustrasi sakit. Pandemi Bikin Resiko Kesehatan Tubuh yang Lebih Kompleks

Survei menyebutkan resiko kesehatan tubuh yang lebih komplek muncul pada situasi pandemi COVID-19.

SuaraSumsel.id - Willis Towers Watson menyebut  pandemi COVID-19 telah menciptakan resiko kesehatan tubuh seperti resiko gangguan akibat posisi bekerja yang tidak ideal di rumah, pengobatan penyakit kronis yang tertunda, hingga meningkatnya biaya kesehatan.

Melansir ANTARA, secara global, resiko gangguan kesehatan otot dan tulang (musculoskeletal) akibat lingkungan kerja yang tidak ergonomis di rumah merupakan kondisi kesehatan dengan angka kejadian tertinggi.

Sementara kanker sebagai kondisi kesehatan dengan biaya tertinggi, baik di Asia Pasifik maupun global. Pandemi telah memaksa banyak orang mengesampingkan risiko penyakit  kronis lainnya.

Perusahaan asuransi jiwa Indonesia PT Zurich Topas Life (Zurich) mengatakan, perusahaan asuransi jiwa merancang produk asuransi kesehatan yang sangat lengkap dengan berbagai pilihan yang disesuaikan.

Baca Juga: Setahun, Produksi Batu Bara Sumsel Naik Satu Juta Ton

"Situasi ini mendorong perusahaan asuransi untuk menyediakan proteksi yang lebih komprehensif dan optimal. Kami pun makin terdorong dengan masyarakat Indonesia yang juga makin sadar akan pentingnya asuransi kesehatan, dan bahwa asuransi yang memberikan perlindungan komprehensif adalah jawaban atas makin kompleksnya risiko kesehatan yang dihadapi masyarakat," kata Chief Agency Officer Zurich Topas Life, Banie Zulvansyah.

"Kami menyadari bahwa proteksi yang dimiliki banyak orang saat ini seringkali tidak mencakup apa yang mereka butuhkan dan biaya perawatan medis terus meningkat setiap tahunnya. Kami sangat memahami hal ini dan telah menghadirkan Zurich Optimal Health Assurance (ZOHA) sebagai produk yang memberikan tingkat perlindungan optimal, highly customizable, dan value for money untuk perlindungan yang tepat guna sesuai kebutuhan," imbuhnya.

Biaya kesehatan di Indonesia akan meningkat menjadi 7,4 persen di tahun 2022, dibandingkan pada tahun 2021 dengan 7 persen dan 6,2 persen di tahun 2020.

"Asuransi yang tepat adalah yang sepenuhnya menjawab kebutuhan nasabah, dan bahkan melindungi mereka dari risiko yang paling tidak terduga. Zurich siap memberikan perlindungan optimal tersebut, dan dengan makin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi kesehatan, kami percaya bahwa ZOHA memiliki peluang besar untuk menjadi solusi pilihan masyarakat," kata Banie. (ANTARA)

Baca Juga: Kasus Korupsi Kabupaten Muba, KPK Kembali Periksa Istri Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait