Desa Bangsal bisa disebut desa yang mandiri akan pangan dan ekonomi. Desa ini menjadi desa model guna menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat desa.
Jika dibandingkan dengan desa tetangga seperti Desa Kuro dan Desa Manggris, masyarakatnya telah banyak tergantung tanaman industri seperti halnya sawit.
Desa dengan luas 448,5 hektar diharapkan mampu menjadi desa model, desa Agroekologi yang mengkoneksikan semua kegiatan pertanian rawa gambut, mulai dari perikanan, tanaman musiman, sumber daya peternakan, hingga berbagai produk turunannya.
Keseluruhan rancangan pengelolaan desa pun dikelola dengan BUMDes. Keberhasilan pengelolaan BUMDes pun membawa Desa Bangsal dinobatkan menjadi desa dengan pengelolaan dana desa terbaik tingkat Provinsi Sumsel.
Baca Juga:Kaleidoskop Sumsel 2021: 5 Peristiwa Heboh, Donasi Palsu Rp2 Triliun Akidi Tio
"Warga desa berusaha melestarikan rawa gambut tanpa harus mengubah lanskap sebagai perlindungan perubahan iklim," kata Roni, panggilan akrab Syaroni yang juga merupakan Direktur INAgri.