"Energi hijau harus dan sudah tidak bisa tawar-tawar, teknologi ke sana," katanya.
Sekarang, sambung Jokowi, kerja harus cepat.
"Kerja cepat-cepatan. Mengambil peran yang cepat akan mendapatkan keuntungan," sambung dia.
Jokowi pun memaparkan dari total suplay energi sebanayk 67 persen berasal dari batubara, lalu yang berasal biufel baru 15 persen dan gas sebesar 8 persen.
Baca Juga:Pertamina Sebut 99 Titik SPBU Gunakan Listrik Surya, Juga Ada di Sumsel
Jika transisi energi bisa tercapai, Jokowi mengungkapkan PLN bisa mengalami over persediaan atau over suplay dan impor minyak bisa turun.
"Negara bisa memperoleh keuntungan dari neraca pembayaran. Berpuluh-puluh tahun, impor minyak tidak terselesaikan," katanya.
Kondisi ini, ditegaskan Jokowi akan mempengaruhi kurs dolar Indonesia."Saat ini, Pertamina harus beli dolar di pasar dalam jumlah besar.
"Mendorong namanya mobil listrik dan kompor listrik, mana yang cepat. Dengan percepatan ini, akan membuat neraca pembayaran beres," tutup Jokowi.