" Kami tidak kenal pelaku dan korban, kami tidak tahu kejadian tersebut," katanya.
Sementara saat ditanya pada mahasiswa jurusan Elektro lainnya mengenai kejadian tersebut lebih terbuka.
"Sabtu itu ada kegiatan dan waktu kegiatan itu ada pengeroyokan di koridor fakultas Teknik Elektro," ungkap Riska.
Korban merasa trauma
Baca Juga:Gelar Vaksinasi, Gerindra Sumsel Bagikan Paket Sembako kepada Peserta Vaksin
Korban Ahmad Reza Thayyib (20), mahasiswa Politeknik negeri Sriwijaya mengungkapkan jika peristiwa itu bermula ketika dia bersama tiga orang temannya saat bermain game di ponselnya.
Tetiba datang dua orang pelaku yang langsung marah-marah tanpa diketahui sebabnya.
Mereka hanya bisa terdiam lantaran takut dipukuli oleh kedua pelaku. "Kejadian awal di kantin. Katanya yang dikeroyok empat orang, itu tidak benar. Sebenarnya, mereka berdua datang, kami lagi main game di ponsel. Mereka marah, bacot-bacot dan langsung hantam kami," katanya.
Ditemui di Polrestabes Palembang, Selasa (2/11/2021) siang, Reza membantah telah melakukan pengeroyokan terhadap pelaku. Bahkan, tidak mengetahui permasalahan yang menyebab dia dikeroyok.
"Kalau kami yang mencari masalah, enggak lah. Mereka datang, marah-marah dan hantam kami lagi duduk. Saya tidak kenal dengan mereka, bertemu baru pertama kali itu saat kejadian," ungkap Reza.
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Sumsel Hari Ini: Diguyur Hujan Disertai Petir Kilat Durasi Singkat
Dirinya menjelaskan, bahwa kejadian itu terjadi di tiga tempat berbeda, yang pertama terjadi di area halaman dekat kantin, berlanjut di koridor kampus hingga berlanjut ke depan kampus.