alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kritik Biaya Pendidikan Mahal, Profesor Ini Khawatir Banyak Dokter Berlomba Cari Duit

Tasmalinda Selasa, 05 Oktober 2021 | 10:18 WIB

Kritik Biaya Pendidikan Mahal, Profesor Ini Khawatir Banyak Dokter Berlomba Cari Duit
ilustrasi mahasiswa kedokteran. Prof Unsri mengkritik biaya pendidikan dokter mahal [Pixabay]

Profesor dari Universitas Sriwijaya, Prof Yuwono membahas mengenai biaya pendidikan dokter yang sangat mahal.

SuaraSumsel.id - Profesor Ilmu kedokteran dari Universitas Sriwijaya atau Unsri, Prof Yuwono mengkritik mengenai biaya pendidikan dokter yang sangat mahal.

Ia menuliskannya di media sosial miliknya. Kekhawatirannya saat pendidikan dokter yang makin kian mahal, hanya akan menghasilkan dokter-dokter yang berlomba mencari uang. Hal itu dilakukan guna mengembalikan investasi selama pendidikan yang ditempuh.

Dengan memposting biaya pendidikan kedokteran di Universitas Sriwijaya, Prof Yuwono atau akrab dipanggil Prof Yu mengungkapkan besaran biaya yang harus ditanggung orang tua.

Narasi yang dituliskan Ongkos Jadi Dokter.

Baca Juga: Kematian Anak Sumsel Terpapar COVID-19 Tinggi, Ketua IDAI: Orang Tua Abai Prokes

Dia memulai dengan semua kiasan jika menjadi dokter hanya relatif orang kaya. Mengingat investasi mendidik seseorang untuk menjadi seorang dokter memang tidak murah.

Unggahan Profesor Yuwono [instagram]
Unggahan Profesor Yuwono [instagram]

Ia pun mengharapkan Pemerintah bisa membiayai dengan persentase 50 persen hingga 100 persen. Hal ini agar anak-anak dengan kecerdasan, bertalenta, namun kurang mampu secara ekonomi masih bisa menjadi dokter yang berakhlak dan gemar menolong.

"Relatif hanya orang kaya yg mampu sekolah dokter. Investasi mendidik seorang utk jadi dokter memang tidak murah. Moga pemerintah bisa membiayai ini 50% - 100%, hingga anak2 yg cerdas bertalenta, namun miskin, bisa menjadi dokter yg beralhlak, cerdas & gemar menolong," tulis Prof Yu.

Ia pun mengungkapkan kekhawatiran saat biaya pendidikan dokter sangat mahal.

"Saya khawatir, setelah jadi dokter, mereka berlomba cari duit utk mengembalikan investasi yg hampir 750 juta (12 semester)," pungkasnya.

Baca Juga: Capaian Vaksinasi COVID-19 Sumsel: Dosis Satu 29 Persen, Dosis Dua 16 Persen

Dalam ketentuan Universitas Sriwijaya, pihak kampus mengharuskan membayar Rp 200.000.000 pada saat masuk, per klinik Rp 30.000.000 per semester, dan semester 3 klinik Rp 45.000.000 per semester.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait