Ponpes Mengaku Kecolongan Pelaku Pedofil, Psikolog: Korban Butuh Dukungan Moril

Psikolog mengungkapkan anak-anak korban pedofil membutuhkan pendampingan yang bertahap.

Tasmalinda
Jum'at, 01 Oktober 2021 | 18:50 WIB
Ponpes Mengaku Kecolongan Pelaku Pedofil, Psikolog: Korban Butuh Dukungan Moril
Pelaku pedofil di ponpes AT Ogan Ilir. Korban membutuhkan dukungan moril. [Welly JS/Suara.com]

SuaraSumsel.id - Puluhan santri di Ogan Ilir, Sumatera Selatan menjadi korban aksi pedofilia dari sang guru. Di Pondok pesantren AT, kabupaten Ogan Ilir, terdapat 30 santri yang menjadi korban.

Menganggapi hal ini, Psikolog Klinik Magna Penta Anrilia Ema SPsi, M.Ed,Ph mengatakan anak yang menjadi korban pelecehan seksual sangat membutuhkan penanganan yang serius, diperlukan pendampingan baik yang bersifat dukungan moril dari orang - orang terdekat. Sekaligus dilakukan pendampingan dari profesional yang dilakukan psikolog guna membantu memulihkan dampak dari kejadian traumatis tersebut.

" Penanganan pertama adalah membantu anak - anak untuk tetap dapat memiliki rutinitas harian sesuai perannya (misalnya, membantu agar aktivitas belajar tetap berjalan dan anak diberikan kegiatan positif di luar kam belajar). Aktifitas rutin membantu untuk meredakan kecemasan sebagai dampak kejadian dan untuk menata kembali kehidupan anak," jelas ia.

Dia pun menyarankan agar tingkatkan kualitas komunikasi, dengarkan anak, berikan penguatan dan rasa aman.

Baca Juga:Palembang Diguyur Hujan, Berikut Daerah di Sumsel Diprakirakan Hujan Hari Ini

Jika dua cara ini sudah dilakukan namun anak menunjukkan gejala - gejala perubahan perilaku yang nyata seperti sedih berkepanjangan, murung, menarik diri, sensitif secara emosi, tidak dapat konsentrasi dan lainnya.

"Tidak mampu melakukan aktifitas yang seharusnya dilakukan maka berarti sudah saatnya mendapat bantuan dr profesional, seperti psikolog," ujar dia.

Kasubdit PPA Polda Sumatera Selatan Kompol Masnoni menuturkan dari total 30 korban, semuanya merupakan anak laki-laki yang tinggal di asrama Ponpes tersebut.

"Semua korban anak laki-laki (santri di Ponpes tersebut). Kedua tersangka melakukan perbuatan (cabul) itu tidak dalam waktu bersamaan," kata Masnoni.

Korban dari tersangka J, lanjut Masnoni, semula 26 anak lalu bertambah menjadi 29 anak.

Baca Juga:Dua Mantan Wagub Sumsel Diperiksa Kasus Korupsi Alex Noerdin

Sebanyak 11 santri disodomi sedangkan sementara sisanya dicabuli.

"Kemarin (hasil penyelidikan) tersangka JN korbannya ada 26, ini ditambah lagi 3, jadi totalnya 29. Yang di sodomi ada 11 anak, sisanya dicabuli," katanya.

"Satu korban lainnya, itu disodomi oleh tersangka IA. Jadi total korban dari kedua tersangka ada 30 anak untuk saat ini," ucapnya.

Ponpes Mengaku Kecolongan

Pimpinan Pondok Pesantren AT, AE mengatakan pihaknya merasa kecolongan dengan kejadian tersebut. Saat para pelaku diterima bekerja di Ponpes itu, tidak ada yang aneh dari keduannya, secara fisik maupun tingkah laku.

Untuk pelaku IA, baru bergabung menjadi pengawas asrama dan pengajar. Sebelumnya IA bekerja di Eco pesantren atau perkebunan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak