6 Fakta Jembatan Ampera Diresmikan, Tak Dihadiri Letjen Ahmad Yani

Berikut fakta-fakta dalam peresmian Jembatan Ampera yang sempat dikaitkan dengan G30S/PKI.

Tasmalinda
Jum'at, 01 Oktober 2021 | 11:10 WIB
6 Fakta Jembatan Ampera Diresmikan, Tak Dihadiri Letjen Ahmad Yani
6 Fakta Jembatan Ampera [Fitria/Suara.com]

SuaraSumsel.id - Jembatan Ampera yang menjadi icon kota Palembang menyimpan cerita sejarah yang panjang. Selain menjadi jembatan termegah di waktunya, dengan ide Soekarno menyatukan kota Palembang bagian hilir dan hulu. 

Berikut fakta jembatan Ampera yang sempat diceritakan berkaitan dengan kehadiran Letjen Ahmad Yani sebelum peristiwa G30SPKI. Namun fakta itu tidak dibenarkan oleh sejarawan Palembang.

1. Sempat Dikaitkan Letjen Ahmad Yani

Pada tahun 2020, sebuah akun media sosial menyiarkan hubungan kehadiran Letjen Ahmad Yani di Palembang, Sumatera Selatan tepat sebelum peristiwa G30SPKI. Namun fakta itu tidak dibenarkan sejarawan Palembang.

Baca Juga:Palembang Diguyur Hujan, Berikut Daerah di Sumsel Diprakirakan Hujan Hari Ini

Kemas A.R Panji mengutakan tidak ada bukti sejarah pendukung yang menyatakan jika pahlawan Jendral Ahmad Yani datang ke Palembang dan meresmikan jembatan Ampera.

"Saya menyatakan Jembatan Amprea diresmikan pada 12 November, sebagai bagian dari peringatan hari Pahlawan di Palembang bukan September," ungkapnya belum lama ini.

2. Jembatan diresmikan Gubernur Brigjen Abujazid Bastomi

Buku yang ditulis Dedi Irwanto Muhammad Santun pada halaman 223 diterangkan, peresmian Jembatan Musi, -nama sebelum Jembatan Ampera, berdasarkan Koran Harian Nasional diceritakan jika Presiden Soekarno dengan situasi kemelut politik yang timbul dari Gerakan Satu Oktober (Gestok), memberikan restu kepada Kepala Daerah Sumatera Selatan Gubernur Brigjen Abujazid Bastomi meresmikan dan membuka pemakaian jembatan bagi lalu lintas umum.

Jembatan Ampera pada ,asa awa; sebagai hasil revisi Soekarno (jepretan buku Venesia dari Timur)
Jembatan Ampera pada ,asa awa; sebagai hasil revisi Soekarno (jepretan buku Venesia dari Timur)

3. Diresmikan 10 November 1965

Baca Juga:Dua Mantan Wagub Sumsel Diperiksa Kasus Korupsi Alex Noerdin

Peresmian tersebut berlangsung pada 10 November 1965, bukan pada akhir September. Peresmian itu bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan Indonesia ke 20.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini