Ali Kalora Tewas Tertembak, Ini Sejarah Mujahidin Indonesia Timur

Foto jenazah Ali Kalora tertembak pun beredar di media sosial.

Tasmalinda
Senin, 20 September 2021 | 08:21 WIB
Ali Kalora Tewas Tertembak, Ini Sejarah Mujahidin Indonesia Timur
Teroris MIT Ali Kalora [dokumentasi polisi]

SuaraSumsel.id - Kelompok militan Mujahidin Indonesia Timur (MIT), Ali Kalora tewas tertembak. Ali Kalora ialah petinggi yang tersisa dari kelompok MIT, semenjak Santoso alias Abu Wardah tewas dalam penyergapan aparat pada 2016 lalu.

Ali Kalora ialah pemimpin kelompok radikal Poso yang 'tidak diperhitungkan'. Dia ditunjuk sebagai pemimpin kelompok menyusul diringkusnya pentolan kelompok MIT Basri alias Bagong, di tahun yang sama.

Ali Kalora dan anggota MIT Ikrima tewas dalam baku tembak dengan Satuan Tugas Madago Raya di wilayah pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/9/2021).

Melansir BBC Indonesia-jaringan Suara.com, berikut sejarah MIT.

Baca Juga:Viral Krisdayanti Beberkan Gaji DPR, Segini Penghasilan DPRD Sumsel Perbulan

Mabes Polri sedang menunggu kepastian tewasnya Ali Kalora, pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah. Foto:Sejumlah prajurit TNI AD memburu kelompok MIT di Desa Lembangtongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (1/12/2020). [Antara/Eddy Djunaedi]
Mabes Polri sedang menunggu kepastian tewasnya Ali Kalora, pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah. Foto:Sejumlah prajurit TNI AD memburu kelompok MIT di Desa Lembangtongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Selasa (1/12/2020). [Antara/Eddy Djunaedi]

Kemunculan MIT tidak lepas dari keberadaan Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) yang didirikan Abu Bakar Ba'asyir pada 2008.

Salah satu pimpinan JAT, Abu Tholut, datang ke Poso menjumpai Yasin dan Santoso guna menjadikan wilayah itu sebagai pusat negara Islam dengan membentuk JAT Poso, yang kemudian menjadi cikal bakal MIT.

Yasin berperan sebagai Ketua dan Santoso menjadi penanggung jawab pelatihan militer.

Tahun 2010, JAT Poso mengumpulkan senjata dan melakukan pelatihan militer di pegunungan. Dua tahun kemudian, Santoso ditunjuk menjadi pemimpin MIT.

Sejak saat itu beragam aksi teror terjadi di Sulawesi Selatan, seperti pembunuhan dua anggota polisi dan penembakan tiga anggota Brimob tahun 2012, serta pembunuhan warga sipil tahun 2015

Baca Juga:Tersangka Korupsi BUMD PDPDE, Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin Ditahan

Setahun kemudian di tahun 2016, dalam operasi gabungan Tinombala, Santoso tewas dalam baku tembak di Pegunungan Desa Tambarana.

REKOMENDASI

News

Terkini