SuaraSumsel.id - Sebuah video beredar di media sosial yang memperlihatkan seorang guru pesantren yang memukuli santrinya. Dalam video yang berjarak cukup jauh itu, terlihat beberapa gerakan tangan guru memukul santrinya.
Guru pesantren ini memukul secara bergantian. Meski sempat disamarkan, namun terlihat santri berusaha menjauhi guru agar tidak dipukul.
Selain memukul, guru pesantren ini mengangkat tubuh anak tersebut, lalu memukul santri lainnya bergantian.
Para santri akhirnya tidak bisa berbuat banyak. Mereka duduk dan akhirnya berbaring di lantai. Dengan bahasa Jawa dan logat yang keras, ia mengungkapkan kalimat hujatan kepada santrinya.
Baca Juga:Sumsel Pastikan Stadion Bumi Sriwijaya Siap Pakai untuk Piala Dunia U-20 2023 Indonesia
Video singkat kekerasan dalam pondok pesantren tersebut terjadi di Demak.
Salah satu akun yang membagikan video kekerasan di pondok pesantren tersebut ialah Palembangsekelasinfo.
Dengan narasi ia mengungkapkan jika video kekerasan ini terjadi di pondok pesantren karena para santri tidak mau tidur pada pukul 22.00.
Netizen yang menyaksikan video ini akhirnya geram. Menurut netizen, cara yang dilakukan guru pesantren apalagi jika dia seorang ustadz sungguh tidak manusiawi.
![Santri Pondok Pesantren Tahfidz Qur'an Alam Maroko tengah melakukan kegiatan belajar mengajar. Pesantren yang terletak di Kampung Maroko, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tengah berkonflik dengan warga sekitar. Warga meminta pesantren itu pindah dari lingkungan mereka. [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/02/03/59342-kegiatan-di-pondok-pesantren-tahfidz-quran-alam-maroko.jpg)
"Ustadz ponpes di Demak aniaya santri anak-anak di Demak, diduga ustadz M ngamuk karena santri belum tidur pada pukul 22.00," tulisnya.
Baca Juga:Bendungan Tiga Dihaji Jaga Eksistensi Lumbung Pangan Sumsel
Akun loker.muaraenim.prabumulih mengungkapkan jika kejadian ini merusak citra islam.
- 1
- 2