Cak Nun Ungkap Kalangan Berkuasa di Indonesia, Bukan Jokowi dan Bukan juga Megawati

Cak Nun mengurai siapa sosok dan kalangan yang berkuasa di Indonesia. Kalangan tersebut bukan Jokowi dan bukan juga Megawati.

Tasmalinda
Minggu, 15 Agustus 2021 | 14:05 WIB
Cak Nun Ungkap Kalangan Berkuasa di Indonesia, Bukan Jokowi dan Bukan juga Megawati
Cak Nun [instagram] Cak Nun Ungkap Kalangan Berkuasa di Indonesia, Bukan Jokowi dan Bukan juga Megawati

Cak Nun ini kemudian menjelaskan, gejolak politik yang terjadi di Tanah Air dipengaruhi kelompok atau jaringan di luar negeri. Bahkan, pria yang dikenal kontroversial itu menilai, kelompok global tersebut menjadi salah satu pihak yang memegang kendali kekuasaan.

Megawati Beri PR di Hari Anak Indonesia. (YouTube/Kemen PPPA)
Megawati Beri PR di Hari Anak Indonesia. (YouTube/Kemen PPPA)

“Jadi nanti ada skala global internasional, terus nanti ada tajalinya yang agak regional nasional. Nah, mereka ini pokoknya kalau enggak Yahudi Timur, ya China Barat. Kira-kira seperti itu,” kata Cak Nun.

“Nanti timeline-nya adalah lima tahun kemudian, sepuluh tahun ini, kita mengalami pertaruhan, Indonesia akan merangkak kembali, bangkit, menggeliat, atau malah hancur sama sekali dan menjadi bangsa jongos total di tahun 2024,” sambungnya.

Ditegaskan Cak Nun, Jokowi tidak benar berkuasa penuh, maka sejumlah kebijakan yang dia putuskan bukan hanya bersumber dari dalam melainkan juga dari luar yakni kalangan tersebut.

Baca Juga:Sumsel Disiapkan Jadi Produsen Tanaman Porang

Namun, siapa sosok yang lebih berkuasa dibanding Jokowi tersebut, Cak Nun mengungkapkan dengan kiasan. Akan tetapi, yang pasti menurutnya sosok itu merupakan pemilik modal dengan uang berlimpah.

“Siapakah mereka ini? Pasti ada lah, para konselasi, para pemilik modal. Baik di tingkat internasional, regional, maupun nasional. Nah, lapisan-lapisan itu juga bertarung satu sama lain,” ujar Cak Nun.

“Karena nanti yang diciptakan adalah sistem-sistem yang menguntungkan roti dan keranjang-keranjang mereka, dan bekerja sama dengan konselasi internasional,” pungkas ia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini