alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kisah Windy Cantika Aisah Raih Medali Perunggu Olimpiade Tokyo, Tangisan Ibu Menyertai

Tasmalinda Minggu, 25 Juli 2021 | 08:23 WIB

Kisah Windy Cantika Aisah Raih Medali Perunggu Olimpiade Tokyo, Tangisan Ibu Menyertai
Windy Cantika Aisah [ist] Peraih medali pertama buat Indonesia di Olimpiade Tokyo.

Windy Cantika Aisah menyumpang medali pertama bagi Indonesia.

SuaraSumsel.id - Windy Cantika Aisah meraih medali pertama bagi Indonesia di Olimpiade 2020 Tokyo. Tangisan air mata sang ibu, Siti Aisah, mengiringi perjuangan sang putrinya tersebut.

Siti Aisah yang hanya bisa menyaksikan momen bahagia itu lewat televisi, namun untaian doa dan air mata saat sang anak memperoleh prestasi yang membanggakan.

“Saya terus berdoa selama Cantika tampil. Dada saya berdetak sangat kencang apalagi melihat Cantika sempat dua kali mengalami kegagalan di angkatan Snatch. Begitu Cantika meraih medali perunggu tak terasa air mata deras mengalir pipi saya,” kata Siti Aisah dalam sebuah pernyataan kepada KOI.

“Begitu juga suami dan adik-adiknya yang sengaja berkumpul di rumah juga ikut meneteskan air mata kebahagiaan," ujar ia.

Baca Juga: 330 Tentara AS Ikuti Latihan Garuda Shield ke-15 di Sumsel

Windy Cantika peraih medali perunggu pada kelas 49 kg putri.

Siti Aisah mengenang perjuangan putrinya hingga meraih kesuksesan seperti sekarang.

Dia mengaku turut bangga karena di Olimpiade, lifter berusia 19 tahun itu harus menghadapi atlet kelas dunia.

Belum lagi, kondisi Windy sempat terpapar COVID-19 pada akhir tahun lalu sehingga harus menjalani isolasi mandiri.

Lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisah saat berlatih jelang Olimpiade Tokyo. [NOC Indonesia]
Lifter putri Indonesia, Windy Cantika Aisah saat berlatih jelang Olimpiade Tokyo. [NOC Indonesia]

“Mama. Cantika mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan mama, papa serta kakak dan adik. Neng hanya bisa meraih peringkat ketiga. Itu kalimat yang diucapkan Cantika saat video call. Dan, saya langsung saja jawab. Alhamdulillah neng bisa meraih perunggu di tengah pandemi Covid-19. Video call-nya tidak bisa lama karena Cantika ingin menjawab telepon dari pak Menpora Zainudin Amali," cerita Siti Aisah.

Baca Juga: Ekonomi Syariah di Sumsel Lebih Tangguh saat Pandemi COVID 19

Siti Aisah sempat mengenang barbel dari semen yang pernah jadi alat latihan sang putri semasa kecil.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait