Problematika Rusun Ilir Palembang, Hunian Strategis Tak Kunjung Dibenahi

Rusun ilir kota Palembang dikenal sebagai kawasan pemukiman padat penduduk. Dengan letaknya yang strategis, upaya revitaliasi tak kunjung dilakukan.

Tasmalinda
Kamis, 22 April 2021 | 14:01 WIB
Problematika Rusun Ilir Palembang, Hunian Strategis Tak Kunjung Dibenahi
Rusun ilir Palembang [Fitria/Suara.com] Problematika Rusun Ilir Palembang, Hunian Strategis Tak Kunjung Dibenahi
Rumah Susun Palembang [Fitria/Suara.com]
Rumah Susun Palembang [Fitria/Suara.com]

Pada 34 tahun silam, Desi membeli rusun hanya seharga Rp 10 juta untuk tipe 54. Ia membayar secara bertahap dengan cicilan hanya Rp 87.000 perbulan selama 15 tahun. Fasilitas yang ia dapat pun sama seperti rumah pada umumnya, listrik dan air bersih dari PDAM.

“Setelah membayar sebanyak itu, saya jelas tidak setuju rusun dibongkar tanpa ganti rugi. Tentu kami juga akan melawan,” cetusnya.

Ia mengungkapkan selama fasiltas air dan listrik masih tersedia menjadi alasan untuk tinggal di rusun. 

“Jika ada yang kumuh dan kotor, maka bersihkan di rumah kita saja masing-masing. Terpenting rumah kita yang bersih, jika kumuh di tempat lain, juga bukan urusan kita,” terangnya.

Baca Juga:Setuju Konsep Ancol Pulau Kemaro, Herman Deru: Sumsel Ini Haus Wisata

Sementara untuk mempercantik bangunan yang ditempati, ia juga sering mengecatnya agar terlihat tidak telalu kumuh.“Mungkin Pemerintah tengah mencari investor besar guna merevitalisasi rusun,” ujarnya optimis.

Kontributor: Fitria.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini