Komitmen Bulog Serap 50 Ribu Ton Beras Petani Sumsel

Pemprov Sumsel, kata Ali Ahmad Najih Amsari, meminta Bulog untuk menyerap 80 ribu ton beras petani untuk dua musim tanam tahun ini.

Sapri Maulana
Minggu, 18 April 2021 | 16:06 WIB
Komitmen Bulog Serap 50 Ribu Ton Beras Petani Sumsel
Ilustrasi beras bulog. Pekerja mengangkut beras saat proses penyaluran beras ke pasar-pasar di Gudang Perum BULOG Sub Divre Serang, Banten, Senin (5/4/2021). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

SuaraSumsel.id - Sesuai dengan permintaan Pemerintah Provinsi Sumatera Sulatan (Pemprov Sumsel), Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) berkomitmen siap menyerap sebanyak 50 ribu ton beras petani hingga Mei 2021.

Pemimpin Wilayah Bulog Divre Sumsel-Babel Ali Ahmad Najih Amsari di Palembang, Minggu, mengatakan saat ini sedang puncak panen di sejumlah sentra produksi di Sumsel.

“Kami optimis tercapai karena sekarang terus membeli beras petani. Setidaknya 700 ton setiap hari,” kata dia, Minggu (18/4/2021), dilansir dari Antara.

Pemprov Sumsel, kata Ali Ahmad Najih Amsari, meminta Bulog untuk menyerap 80 ribu ton beras petani untuk dua musim tanam tahun ini.

Baca Juga:Gubernur Sumsel ke Perawat Korban Penganiayaan : Undang Saya Kalau Menikah

Lantaran melonjaknya produksi petani, Bulog pun diminta hingga Mei 2021 merealisasikan sebanyak 50 ribu ton beras atau sesuai kapasitas maksimal gudang.

Untuk mencapai target tersebut, Bulog mengaktifkan gudangnya di sejumlah wilayah walau di hari libur Sabtu dan Minggu. Hingga Maret 2021, Bulog sudah menyerap 16.334 ton beras petani Sumsel.

Menurutnya, penyerapan dilakukan hingga ke tingkat penggilingan kecil.

Namun, ia tak menyangkal ada sejumlah daerah yang tidak dapat dijangkau lantaran kendala infrastruktur.

“Persoalan tata niaga beras ini ada di sisi output dan input, yang perlu diperbaiki. Mulai dari transfortasi hingga kualitas beras yang dihasilkan petani,” kata dia.

Baca Juga:Sejarah Islam Masuk ke Uluan Sumsel Jadi Objek Penelitian

Jika saja infrastruktur sudah memadai, maka Bulog memastikan akan menjangkau seluruh daerah sentra produksi beras Sumsel.

Tapi, faktanya terdapat wilayah remote area, yang mana petaninya sulit untuk mengases gudang Bulog, kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tananam Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel R Bambang Pramono, meminta para petani di wilayahnya untuk menunda menjual Gabah Kering Giling (GKG) yang melebihi kebutuhan hidup.

Ini menyusul lantaran anjloknya harga gabah saat ini.

Selain itu, banyak petani yang menjual gabah dan beras jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan Perum Bulog sebesar Rp5.300 untuk gabah per kilogram (Kg) dan Rp8.300 untuk beras per Kg. Dimana petani hanya bisa menjual gabah berkisar Rp3.500 sampai Rp 4.000 per Kg.

“Karena itu, saat ini jual dulu saja (gabah dan beras) sesuai kebutuhan. Sisanya itu tunda dulu sampai HPP kembali naik,” ujarnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak