alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sejarah Islam Masuk ke Uluan Sumsel Jadi Objek Penelitian

Tasmalinda Minggu, 18 April 2021 | 09:09 WIB

Sejarah Islam Masuk ke Uluan Sumsel Jadi Objek Penelitian
Membaca tulisan di tanduk kerbau [istimewa] Sejarah Islam Masuk ke Uluan Sumsel Jadi Objek Penelitian

Para arkeolog meneliti bagaimana islam masuk ke uluan Sumatera Selatan atau Sumsel.

SuaraSumsel.id - Sejarah masuknya ajaran agama Islam ke wilayah Uluan Sumatera Selatan atau Sumsel dan sekitarnya diteliti berdasarkan sumber-sumber data arkeologi.

Ketua tim peneliti dari Balai Arkeologi Sumsel Wahyu Rizky Andifani di Palembang mengatakan bahwa penelitian dilakukan di wilayah Kabupaten Muara Enim dan Ogan Komering Ulu dari 13 April hingga 4 Mei 2021.

Informasi mengenai awal mula Islam masuk ke wilayah Uluan Sumatera Selatan masih minim dan selama ini kebanyakan berasal dari sumber sejarah lisan. 

"Informasi mengenai sejarah Islam yang ada di prasasti dan naskah serta sumber data arkeologi lainnya belum banyak ditelit," kata Wahyu seperti dilansir dari ANTARA, Minggu (18/4/2021).

Baca Juga: Hujan Lebat Diprediksi Guyur Sebagian Indoneisa, Termasuk Sumsel

Wahyu mengatakan benda-benda sejarah seperti nisan di permakaman muslim, masjid kuno, mushaf Al Quran kuno, serta prasasti beraksara ulu yang ditulis di tanduk dan bambu dala, menelisik sejarah masuknya Islam ke wilayah Uluan Sumsel.

"Ada juga naskah ulu, kaghas, daluwang, Arab-Melayu, dan arsip-arsip Belanda menjadi objek penelitiannya," dia menambahkan.

Penelitian mengenai sejarah masuknya Islam ke wilayah Uluan Sumsel antara lain melibatkan Retno Purwati, Titet Fauzi Rachmawan, dan Rizky Oktarika dari Balai Arkeologi Sumsel; Ghilman Assilmi yakni arkeolog dari Universitas Indonesia, Churmatin Nascoichah dari Balai Arkeologi Sumatera Utara, dan Lara Wilis yang antropolog UGM.

Nor Huda dari UIN Raden Fatah Palembang, Aryo Arum Binang dari Dinas Pariwisata Pagaralam, Nuzulur Romadona dari Komunitas Aksara Ulu di Fakultas Hukum UIN Raden Fatah, dan dua orang fotografer juga terlibat dalam kegiatan penelitian tersebut. (ANTARA) 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait