"Banyak pengharapan yang diucapkan. Doa agar lebih baik di tahun baru. Moment introspeksi diri juga, jika selama ini sudah berbuat apa dan sudah mencapai apa," terang ia.
Berdoa bisa dilakukan di klenteng secara bersama - sama, atau di rumah. Namun moment makan bersama dengan sajian khas ialah rutinitas wajib yang mesti dilaksanakan warga Tiong Hoa.
"Di saat itu masing-masing anggota keluarga bercerita, dekat antara satu dengan lainnya," sambung ia.
Baru di saat hari Imlek tiba, kunjungan antar keluarga dilaksanakan. Misalnya kunjungan antara satu saudara ke saudara lainya, antar keluarga besar.
Baca Juga:Mantan Bos Sriwijaya FC Mudai Maddang Terseret Kasus Masjid Sriwijaya
"JIka bahasa Palembangnya, itu sanjo-sanjoan. Saling mendatangi, saling mengucapkan selamat dan saling mendoakan dan juga ada yang memberi angpao," ungkapnya.
Setelah dua pekan perayaan Imlek, perayaan Cap Go Meh digelar. Perayaan Cap Go Meh ialah perayaan munculnya bulan purnama pertama pada tahun baru tersebut.
![Pulau Kemarau Palembang [jepretan instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/08/27132-pulau-kemarau-palembang-jepretan-instagram.jpg)
"Di Palembang, perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro dipastikan pada h-3 dari Cap Go Meh. Hal ini sudah tradisi turun temurun. Karena jika dirayakan saat malam Cap Go Meh, sudah banyak daerah lain yang merayakannya," ujarnya.
Pada malam Cap Go Meh ini pun merupakan moment berdoa dan pengharapan. Berdoa tidak hanya dilaksanakan di Pulau Kemaro, di Klenteng, namun juga bisa dilakukan di rumah.
"Esensinya ialah doa dan pengharapan untuk waktu yang baru," pungkasnya.
Baca Juga:Ini Alasan Dokter Kecantikan Richard Lapor Kartika Putri ke Polda Sumsel