alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pelaku DPO Pengeroyok Wartawan Tewas Ditembak Polisi

Tasmalinda Jum'at, 05 Februari 2021 | 09:19 WIB

Pelaku DPO Pengeroyok Wartawan Tewas Ditembak Polisi
Kapolres AKBP Imam Tarmudi saat memperlihatkan barang bukti pelaku [istimewa]

Pelaku pengeroyokkan wartawan tewas ditembak polisi dalam upaya penangkapan pelaku kasus curat lainnya.

SuaraSumsel.id - Pelaku dengan kasus dugaan pengeroyokkan wartawan Reno tewas setelah terjadi baku tembak dengan polisi, Kamis (4/2/2021) siang.

Peristiwa baku tembak dengan pelaku ini pun melukai dua warga di Dusun Kemampo Desa Rantau Harapan, Kecamatan Rantau Bayur Bannyuasin, Sumatera Selatan.

Pelaku memang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) banyak kasus kriminal dengan kekerasan ini ditemukan tewas akibat tiga tembakan yang bersarang di tubuhnya

Kasat Reskrim Polres Banyuasin bersama anggota Unit I Pidum Polres Banyuasin sudah melakukan pengintaian sejak malam dan mendekati subuh hari melakukan upaya penangkapan.

Baca Juga: Walhi Sumsel Kritik Restorasi Gambut: Restorasi Konsesi Harus Transparan

Pelaku Reno yang mengetahui rumahnya dikepung itu langsung ingin keluar jendela depan rumahnya. Ia pun melepaskan tembakan ke anggota reskrim yang mengepung rumahnya. 

Peluru sempat mengenai lengan sebelah kanan Aipda Yudiansyah sekaligus dada sebelah kanan.

"Anggota sudah memberikan tembakan peringatan namun diserang. Reno yang sudah masuk DPO itu malah menyerang aparat," kata Kapolres Banyuasin AKBP Imam Tarmudi S, IK. M,Hum dihubungi Jumat (5/2/2021).

Tidak hanya menyerang petugas, namun ia juga menembakkan tembakan ke arah warga sekitar lokasi penggerebbekan.

" Anggota sempat amankan senpira pelaku yang terjatuh dan temukan senpi di kamar pelaku," sambung ia.

Baca Juga: Kasus Masjid Sriwijaya Senilai Rp 130 M Disidik, Pejabat Sumsel Diperiksa

Pelaku yang melarikan diri itu ditemukan tewas tiga jam dari proses pengerebbekan tersebut.

"Dua warga terkena tembakan pelaku telah diberikan pertolongan medis di rumah sakit, anggota yang tertembak hanya mengalami luka karena terselamatkan dengan rompi anti peluru yang dipakai," pungkasnya.

Kapolres ini pun memastikan DPO ini terlibat beberapa kasus curat yang berulang.

Salah satu kasusnya, pelaku termasuk tersangka pengeroyokkan seorang wartawan, DA di Banyuasin pada Maret tahun lalu.

Saat itu wartawan sedang berusaha mengambil gambar di kegiatan perusahaan penambangan pasir sungai dihadang oleh kelompok pelaku ini hingga terjadi baku hantam.

Wartawan DA  mengalami luka berat itu telah melaporkan kasus penganiayaan yang dialaminya ke Polres Banyuasin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait