alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

PSSI Pusat Angkat Bicara Soal Pembubaran Kongres Askab Malang

Syaiful Rachman | Adie Prasetyo Nugraha Jum'at, 15 Januari 2021 | 21:26 WIB

PSSI Pusat Angkat Bicara Soal Pembubaran Kongres Askab Malang
Ketua Umum Mochamad Iriawan yang didampingi Plt Sekjen Yunus Nusi serta Wasekjen Maaike Ira Puspita menghadiri Kongres AFC ke-30 secara virtual, Rabu (9/12/2020). (dok. PSSI).

Pembubaran dilakukan karena panitia acara kongres belum miliki izin.

SuaraSumsel.id - Kongres Luar Biasa Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Malang periode 2021-2025 di Gedung Anusapati, Kamis (14/1/2020), dibubarkan paksa polisi dan Satpol PP.

Pembubaran paksa dilakukan lantaran panitia kongres belum mengantongi izin gugus tugas COVID-19 Kota Malang.

Sebagaimana diketahui, sejak 11 Januari lalu pemerintah menerapkan PPKM Jawa-Bali untuk menekan penyebaran COVID-19.

Terlebih, undangan yang hadir mencapai 60 orang, jumlah tersebut belum termasuk jumlah para calon (ketua PSSI) dan panitia.

Baca Juga: Bicara Transfer James Rodriguez ke Everton, Brands: Aneh, Sulit dan Gratis!

Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi dan Wasekjen Maaike Ira Puspita saat melakukan Kongres tahunan AFF secara virtual, Selasa (24/11/2020). (dok. PSSI).
Plt Sekjen PSSI Yunus Nusi dan Wasekjen Maaike Ira Puspita saat melakukan Kongres tahunan AFF secara virtual, Selasa (24/11/2020). (dok. PSSI).

Pihak Satpol PP yang mewakili satgas COVID-19 Kabupaten Malang meminta panitia pelaksana menunda pelaksanaan Kongres Askab PSSI mengingat PPKM.

PSSI pusat melalui Plt. Sekjen Yunus Nusi menyebut Askab Malang seharusnya tahu situasi dan kondisi saat ini. Komunikasi patut dilakukan, apalagi sedang dalam masa PPKM.

"Dalam situasi seperti ini seharusnya menyampaikan laporan ke pihak kepolisian. Selain itu juga harus mengajukan izin kegiatan ke gugus tugas setempat," kata Yunus Nusi saat dikonfirmasi oleh Suara.com lewat pesan WhatsApp, Jumat (15/1/2021).

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Atsalis mengungkap kronologis pembubaran tersebut. Menurutnya, pembubaran dilakukan Satpol PP dan dikawal kepolisian itu lantaran tak memiliki izin pelaksanaan.

"Teman - teman Panitia tampaknya tidak mengantongi izin dari Satuan Tugas COVID-19 dari Pemerintah Kota Malang karena secara hukum, gedung yang dipergunakan masuk wilayah Kota Malang," jelas Atsalis dikutip dari Suarajatimpost.com --media jejaring Suara.com, Kamis (14/1/2021).

Baca Juga: 20 Januari 2021, PSSI Gelar Rapat Exco Tentukan Nasib Kompetisi

Ia melanjutkan, pada momentum kongres itu panitia juga mengundang Bupati Malang Sanusi, Kadispora (dirinya) dan Ketua KONI Kabupaten Malang.

"Saya dan Ketua KONI sudah hadir di Gedung Anusapati, kebetulan Bapak Bupati (Sanusi) berhalangan hadir karena ada acara yang bersamaan waktunya dengan acara kongres," tambahnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait