alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Berdayakan Kendaraan Masyarakat, Sumsel Sediakan 3.500 Ambulans

Tasmalinda Rabu, 25 November 2020 | 15:23 WIB

Berdayakan Kendaraan Masyarakat, Sumsel Sediakan 3.500 Ambulans
Kendaraan masyarakat yang diberdayakan guna ambulans bagi desa di Sumsel [Humas Pemprov Sumsel]

Pemerintah Provinsi memberdayakan kendaraan milik masyarakat guna ambulans desa.

SuaraSumsel.id - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mencanangkan program menyediakan kendaraan ambulance bagi masyarakat.

Setidaknya, terdapat 3.500 kendaraan masyarakat yang diberdayakan bagi desa di Sumatera Selatan.

Dikatakan Gubernur Herman Deru program ini digagasnya sebagai gerakan kemanusiaan yang melibatkan masyarakat dalam hal penyediaan sarana fasilitas kesehatannya berupa mobil ambulans.

"Sering viral orang sakit dibawa pakai gerobak atau pakai motor, saya terinspirasi dan mengajak masyarakat mengikhlaskan kendaraannya menjadi ambulans,” terang Herman Deru dalam keterangan pers yang diterima Suarasumse.id, Selasa (25/11/2020).

Baca Juga: Petugas Medis Israel Dipecat karena Ludahi Gambar Yesus

Sebagai ambulance yang didedikasikan kepada kesejateraan masyarakat, pemerintah pajak kendaraan tersebut untuk satu tahun berjalan.

Pembuatan Ambulans DFSK Gelora juga bekerja sama dengan API (Ambulans Pintar Indonesia) [DFSK].
Pembuatan Ambulans DFSK Gelora juga bekerja sama dengan API (Ambulans Pintar Indonesia) [DFSK].

Menurut Herman Deru, solusi ini sangat efektif, sehingga mobil warga yang akan dipasang lampu rotator, emblem dan dibebaskan pajak agar melayani warga tak mampu yang membutuhkan.

"Bagi pemilik, kendaraan bisa digunakan karena inikan tidak dipakai setiap saat melainkan saat darurat saja. Ada keluarga tidak mampu yang akan melahirkan dan butuh diantar ke fasilitas kesehatan terdekat," jelas Herman Deru.

Meski baru diluncurkan, sudah ribuan warga yang mendaftarkan kendaraannya.

Ia pun berharap program ini dapat berjalan dan membantu masyarakat Sumsel untuk lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan.

Baca Juga: Petugas Medis Israel Dipecat karena Ludahi Gambar Yesus

"Kalau menggunakan APBD kalikan saja misalkan ambulan paling sederhana Rp300 juta untuk 3500 desa. Berarti ada Rp1 triliun APBD yang harus kita sisihkan. Tapi inikan tidak, malah lebih low cost" ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait