alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Soal Buku yang Dibaca Anies, Ketua KPK Firli: Tahun 2002, Saya Sudah Baca

Tasmalinda Selasa, 24 November 2020 | 15:27 WIB

Soal Buku yang Dibaca Anies, Ketua KPK Firli: Tahun 2002, Saya Sudah Baca
Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi]

Ketua KPK menyatakan sudah lebih lama membaca buku How Democracies Dies.

SuaraSumsel.id - Korupsi Firli Bahuri nampaknya menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengunggah foto sedang membaca buku berjudul How Democracies Die, melalui akun Twitter pribadinya @aniesbaswedan.

Ketua KPK ini mengatakan banyak negara bisa gagal dalam mewujudkan tujaun negara karena banyak korupsi.

“Makanya kemarin saya lihat di media, Pak Anies membaca How Democracies Die. Sebelumnya ada buku Why Mation Failed. Itu ada bukunya dan sudah lama saya baca. Tahun 2002 saya sudah baca jadi kalau ada yang baca sekarang, kayaknya baru,"kata Firli, Selasa (23/11/2020).

Usai kegiatan dalam rangka penyerahan aset barang rampasan KPK kepada Kejaksaan Agung RI, dan peringatan bahaya korupsi melalui YouTube kanal KPK, Selasa (24/11/2020), Firli mengeaskan aspek yang bisa membuat negara gagal dan demokrasi mati adalah praktik korupsi.

Baca Juga: Diperiksa 8 Jam, Riza Dicecar Pertanyaan Lebih Banyak daripada Anies

Kicauan peneliti UGM tentang Anies Baswedan yang sedang membaca buku. (Twitter/@wisnu_prasetya)
Kicauan peneliti UGM tentang Anies Baswedan yang sedang membaca buku. (Twitter/@wisnu_prasetya)

"Di situ dikatakan, negara banyak gagal mencapai tujuannya karena korupsi. Karena korupsi tidak hanya sekadar kejahatan merugikan keuangan negara, tidak hanya sekadar merugikan ekonomi negara, tapi kejahatan yang merasuk pada seluruh sendi kehidupan. Semua aspek kehidupan bisa terdampak," ucap Firli.

Firli menyebut, setidaknya ada tiga hal dalam penanganan korupsi.

Pertama, penyelamatan keuangan dan kekayaan negara.

Kedua, menjamin tersampaikannya hak politik dan sosial dan ketiga, menjamin keselamatan bangsa dan warga negara.

"Ini tiga hal yang harus kita pahami, kenapa kita harus melakukan pemberantasan korupsi," kata Filri.

Baca Juga: Rocky Gerung Urai Makna di Balik Anies Baca Buku How Democracies Die

Sumber : Suara.com

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait