alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Urunan Data Jelantara, Pengumpulan Informasi Guna Potensi Restorasi Lanskap

Tasmalinda Minggu, 22 November 2020 | 14:29 WIB

Urunan Data Jelantara, Pengumpulan Informasi Guna Potensi Restorasi Lanskap
Ilustrasi peta digital (Shutterstock).

Upaya menginput informasi dan data guna menjadi dasar retorasi lanskap Sumatera Selatan.

SuaraSumsel.id - Usai menyelesaikan pemetaan potensi restorasi di provinsi dan nasional melalui kegiatan urunan data dan tutupan lahan Sumsel dan nasional, aplikasi selulers urunan data kembali hadir dengan urunan data Jelajah Nusantara atau Jelantara.

Urunan data tutupan lahan Sumsel dan urunan data potensi restorasi nasional berhasil diselesaikan pada 2019 hingga awal 2020.

“Kini Jelantara dapat mempermudah pengumpulan data lapangan guna perencanaan di dua provinsi, Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur,” ujar Andree Ekadinata dari World Agroforestry (ICRAF) mewakili konsorsium RESTORE+ yang memprakarsai aplikasi Urundata dalam keterangan persnya belum lama ini.

Jelantara adalah kegiatan pengambilan data lapangan secara urun daya, yang saat ini ditujukan untuk identifikasi potensi restorasi bentang lahan.

Kegiatan Jelantara secara resmi diperkenalkan dalam lokakarya daring bertajuk “Peluncuran Urunan Data Jelantara: Menuju Restorasi Bentang Lahan Berkelanjutan di Sumatra Selatan”.

“Data yang sesuai dengan fakta di lapangan merupakan modal utama dari perencanaan restorasi bentang lahan yang tepat guna, namun pengumpulan data sering kali memakan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit,” sambung ia.

Hal tersebut yang melatarbelakangi aplikasi Urundata dan kegiatan Jelantara.

BBC
BBC

Aplikasi penghimpun data seperti Urundata akan membantu proses pengumpulan data menjadi lebih efisien dan efektif, dengan tetap menggunakan kaidah ilmiah.

“Melalui Jelantara, pengambilan data lapangan yang biasanya membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang cukup besar, dapat dibantu oleh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penelitian menggunakan aplikasi Urundata. Pendekatan ini juga lebih sesuai dengan normal baru akibat pandemi COVID-19, karena mengurangi keperluan perjalanan lintas daerah,” terangnya.

Restorasi bentang lahan merupakan bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi hijau di Sumatra Selatan yang bertujuan mengembalikan fungsi ekologi dari lahan yang rusak serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait