Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

2 Tahun Hilang, Jasad Sawari Ditemukan Sudah Jadi Tengkorak di Semak-Semak

Chandra Iswinarno Jum'at, 16 Oktober 2020 | 07:47 WIB

2 Tahun Hilang, Jasad Sawari Ditemukan Sudah Jadi Tengkorak di Semak-Semak
Ilustrasi

Sawari dibunuh Ariska menjelang pergantian tahun 2018 dan jasadnya dibuang di semak-semak dekat permukiman di Kabupaten Aceh Tengah.

SuaraSumsel.id - Seorang perempuan Warga Desa Badak Kecamatan Dabun Gelang Kabupaten Gayo Lues Provinsi Aceh yang hilang selama dua tahun akhirnya ditemukan petugas.

Gadis berusia 17 tahun bernama Sawari ditemukan sudah meninggal dalam kondisi mengenaskan. Pasalnya, mayat korban sudah menjadi tulang belulang.

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam mengatakan, Sawari ternyata korban pembunuhan mantan suaminya, Ariska Apandi alias Gok (25) Warga Desa Kute Baru, Kecamatan Lingge Kabupaten Aceh Tenggah.

Sawari dibunuh Ariska menjelang pergantian tahun 2018 dan jasadnya dibuang di semak-semak dekat permukiman di Kabupaten Aceh Tengah.

"Kasus pembunuhan ini terjadi hari Jumat tanggal 28 Desember 2018 silam, saat itu posisi antaran korban dan tersangka sudah pisah, dan masih berkomunikasi," kata Carlie seperti dilansir Portalsatu.com-jaringan Suara.com pada Kamis (15/10/2020).

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gayo Lues Iptu Irwansyah, mengemukakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan orang tua korban atas nama Ridwan warga desa Badak pada Juli tahun 2020. Mendapat laporan tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.

"Dari beberapa saksi yang kita periksa, tersangkanya mengarah kepada mantan suami korban, sehingga kita datangi dia di kediamannya di Aceh Tengah, dan kita lakukan pemeriksaan. Setelah satu jam diperiksa, akhirnya ia mengaku telah membunuh mantan istrinya, dan jasadnya dibuang ke semak-semak di dekat pemukiman Ise-Ise, tepatnya sebelah kiri jalan dari arah Gayo Lues menuju Aceh Tengah," ungkapnya.

Mendapat informasi tersebut, tim yang langsung dipimpin Kapolres Gayo Lues langsung menuju ke lokasi dan menemukan tengkorak korban serta beberapa bagian tulang yang sudah tidak utuh.

Polisi bersama tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) langsung mengumpulkan tulang dan baju yang tersisa untuk diperiksa dan diserahkan kepada keluarga korban.

Sementara Ariska ditetapkan sebagai tersangka. Dari pengakuannya, tersangka mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukannya akibat sakit hati kepada mantan mertua yang tidak pernah menyukainya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait