- Mobil Honda Brio dan truk Fuso bertabrakan di Bangka Tengah pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
- Empat korban jiwa yang merupakan satu keluarga dan dosen UNMUH Babel meninggal dunia di lokasi.
- Pihak kepolisian masih menyelidiki dugaan mobil Brio yang berpindah jalur sebelum tabrakan terjadi.
SuaraSumsel.id - Kecelakaan maut yang melibatkan mobil Honda Brio merah marun dan truk Fuso Hino terjadi di Jalan Raya Desa Jelutung, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (24/10/2026) siang. Empat orang yang berada di dalam mobil Honda Brio dilaporkan meninggal dunia.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 12.50 WIB. Berdasarkan dugaan awal kepolisian, mobil Honda Brio yang melaju dari arah Pangkalpinang menuju Koba diduga melebar ke kanan atau berpindah jalur ketika melintas di lokasi kejadian.
Pada saat bersamaan, truk Fuso Hino berwarna hijau datang dari arah berlawanan, yakni dari Koba menuju Pangkalpinang. Kedua kendaraan kemudian bertabrakan. Benturan keras tersebut mengakibatkan empat orang di dalam Honda Brio meninggal dunia. Para korban terdiri atas pengemudi mobil dan tiga penumpang lainnya.
Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Kombes Agus Sugiyarso, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut empat korban merupakan satu keluarga yang terdiri atas ayah, ibu, dan dua anak.
“Dugaan awal kejadian bermula pada saat mobil Brio merah melaju dari arah Pangkalpinang. Setibanya di tempat kejadian, mobil Brio melebar atau berpindah jalur sehingga menabrak Fuso yang melaju dari arah Koba,” ujar Agus.
Meski demikian, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Kecelakaan maut ini turut membawa duka bagi keluarga besar Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH Babel). Salah satu korban yang dilaporkan meninggal dunia adalah Erika Fitri Wardani, dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di kampus tersebut.
Kepala Bagian Humas UNMUH Babel, Sukma Wijaya, membenarkan bahwa salah satu korban meninggal dunia merupakan dosen di universitas tersebut. “Ya benar, Pak. Korban adalah dosen kami di Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung,” ujar Sukma saat dikonfirmasi Sumselupdate.com.
Erika diketahui merupakan warga Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister di Universitas Muhammadiyah Bengkulu sebelum mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di UNMUH Babel.
Baca Juga: Tragedi Dini Hari di Prabumulih, Begini Kronologi Tabrakan yang Tewaskan 3 Orang
Kabar meninggalnya Erika bersama keluarganya menjadi duka bagi lingkungan kampus, khususnya rekan kerja dan sivitas akademika yang mengenal pengabdiannya di dunia pendidikan. Sementara itu, identitas lengkap seluruh korban dan detail kejadian masih perlu merujuk pada keterangan resmi kepolisian.
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Setelah menerima laporan, petugas kepolisian mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan dilakukan guna mengumpulkan bukti serta mendalami kronologi tabrakan.
Dua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut adalah Honda Brio merah marun dan truk Fuso Hino berwarna hijau. Berdasarkan laporan Sumselupdate.com, mobil Honda Brio menggunakan pelat nomor BN 1945 PL, sedangkan truk Fuso bernomor polisi BN 8720 PD.
Namun, terdapat perbedaan penulisan nomor pelat Honda Brio dalam sejumlah pemberitaan. Karena itu, nomor kendaraan sebaiknya dikonfirmasi kembali kepada kepolisian sebelum dipublikasikan sebagai data final.
Polisi juga mengingatkan pengguna jalan agar menjaga konsentrasi selama berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kendaraan tetap berada di jalurnya, terutama ketika melintasi jalan dua arah.
Tag
Berita Terkait
-
Tragedi Dini Hari di Prabumulih, Begini Kronologi Tabrakan yang Tewaskan 3 Orang
-
Direktur Bus ALS Jadi Tersangka, Kasus Kecelakaan 19 Korban Naik ke Tahap Penyidikan
-
Pulang ke Palembang Usai Liburan, Satu Keluarga Kecelakaan di Tol Terpeka, 4 Tewas
-
Korban Anak dalam Tragedi Bus ALS di Muratara Masih Sulit Diidentifikasi
-
Korban Bus ALS di Sumsel Jadi 18 Orang, Tim DVI Temukan Potongan Tubuh Diduga Anak
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan
-
Hampir 4 Bulan Tak Hujan, Palembang Akhirnya Diguyur Hujan di Tengah Kepungan Asap Karhutla
-
Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala
-
Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang
-
Dituduh Curi Uang, Napi Lapas Muaradua Tewas Dianiaya: 4 Rekan Sekamar Jadi Tersangka