- Tiga musisi batal tampil di Sampoerna Fest Palembang pada 24 Oktober 2026 akibat kabut asap.
- Keputusan pembatalan diumumkan pada 23 Oktober malam untuk menjaga kesehatan, keamanan, dan kenyamanan bersama.
- Penyelenggara festival menghadirkan Peterpan sebagai bintang tamu pengganti setelah tiga musisi menyatakan batal tampil.
SuaraSumsel.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan berdampak hingga ke panggung hiburan. Tiga musisi yang dijadwalkan tampil di Sampoerna Fest Palembang, yakni Bernadya, Mahalini, dan The Adams, membatalkan penampilan mereka menjelang acara yang digelar pada Sabtu (24/10/2026).
Keputusan tersebut diumumkan pada Jumat (23/10/2026) malam. Kondisi kualitas udara di Palembang dan sekitarnya menjadi pertimbangan utama, terutama menyangkut kesehatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat.
Pembatalan ini menjadi perhatian karena Sampoerna Fest merupakan salah satu acara musik yang telah dinantikan penggemar di Palembang. Festival tersebut dijadwalkan berlangsung di Lapangan Athletic Jakabaring.
JUNI Records, label yang menaungi Bernadya, menyampaikan keprihatinan atas kondisi kabut asap yang menyelimuti Palembang dan sekitarnya.
Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, pihak label menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi masyarakat yang sedang menghadapi persoalan kualitas udara dan dampaknya terhadap kesehatan.
JUNI Records juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar, pendengar, serta pihak penyelenggara yang telah menantikan kehadiran Bernadya.
Keputusan itu memperlihatkan bahwa kondisi lingkungan menjadi pertimbangan dalam penyelenggaraan pertunjukan musik, terutama ketika polusi udara berpotensi memengaruhi kesehatan orang-orang yang terlibat.
Mahalini dan The Adams Juga Batal Manggung
Tidak hanya Bernadya, Mahalini dan grup musik The Adams juga mengumumkan pembatalan penampilan mereka di Sampoerna Fest Palembang.
Baca Juga: Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
The Adams menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan bersama.
Band tersebut juga meminta maaf kepada penggemar yang telah membeli tiket dan menantikan penampilan mereka. The Adams berharap dapat kembali bertemu dengan penggemar Palembang pada kesempatan lain, ketika kondisi sudah lebih baik.
Sementara itu, Mahalini menyampaikan bahwa pembatalan dilakukan setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi Palembang serta sekitarnya. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada penyelenggara, sponsor, dan penggemar yang telah mendukung acara tersebut.
Pembatalan tiga penampil ini membuat susunan musisi yang tampil dalam Sampoerna Fest mengalami perubahan.
Di tengah pembatalan sejumlah musisi, penyelenggara Sampoerna Fest mengumumkan Peterpan sebagai guest star pengganti.
Pengumuman tersebut disampaikan menjelang pelaksanaan festival pada Sabtu (24/10/2026). Perubahan susunan penampil menjadi salah satu perkembangan yang perlu diperhatikan pengunjung yang telah merencanakan kehadiran mereka.
Tag
Berita Terkait
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KPA Sumsel Siapkan Posko Solidaritas Lumbung Agraria di 4 Daerah Terdampak Karhutla
-
Kabut Asap Bikin Jarak Pandang 1.000 Meter, Dua Penerbangan Singapura di Bandara Palembang Batal
-
Kantor Gubernur Sumsel Disegel Simbolis, BEM Ancam Menginap jika Karhutla Tak Tertangani
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Hampir 4 Bulan Tak Hujan, Palembang Akhirnya Diguyur Hujan di Tengah Kepungan Asap Karhutla
-
Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala
-
Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang
-
Dituduh Curi Uang, Napi Lapas Muaradua Tewas Dianiaya: 4 Rekan Sekamar Jadi Tersangka
-
Kilang Plaju dan Ditpamobvit Polda Sumsel Evaluasi Kerja Sama Pengamanan Objek Vital Nasional