- Hujan lebat mengguyur Kota Palembang pada Sabtu sore, 24 Oktober 2026, setelah dilanda kemarau panjang selama lebih dari tiga bulan.
- BMKG mencatat sebagian besar wilayah Palembang mengalami kekeringan ekstrem karena tanpa hujan selama lebih dari 60 hari berturut-turut.
- Hujan turun berkat dukungan kondisi atmosfer serta percepatan Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan bahan semai NaCl dan dry ice.
SuaraSumsel.id - Hujan lebat akhirnya mengguyur sejumlah kawasan di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (24/10/2026) sore. Turunnya hujan disambut gembira warga setelah lebih dari tiga bulan menghadapi kemarau panjang, kekeringan, dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Hujan yang turun sekitar pukul 15.30 WIB itu menjadi kabar melegakan bagi masyarakat yang selama berbulan-bulan harus beraktivitas di tengah udara berasap. Sebelumnya, kabut asap menyelimuti Palembang dan mengganggu aktivitas warga, sementara sebagian masyarakat juga mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Warga Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Fudin, mengungkapkan rasa syukurnya saat hujan mulai turun. “Alhamdulillah, hari ini hujan mulai turun setelah beberapa bulan Kota Palembang dilanda kekeringan dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Fudin, dikutip dari Antara, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Fudin, hujan tersebut membawa harapan bagi masyarakat yang selama ini merasakan dampak kemarau panjang. Kekeringan tidak hanya memperburuk kondisi lingkungan, tetapi juga membuat kabut asap karhutla bertahan selama beberapa bulan.
Yuli, warga Lorong Sepakat, Kelurahan 8 Ulu, juga mengaku masyarakat sempat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi tersebut, warga terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Berapa Lama Palembang Tidak Diguyur Hujan?
Palembang mengalami kemarau panjang selama lebih dari tiga bulan sebelum hujan kembali turun pada 24 Oktober 2026. Sejumlah laporan warga menyebut beberapa kawasan bahkan merasakan hampir empat bulan tanpa hujan.
Data resmi Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan memperlihatkan panjangnya periode kering tersebut.
Dalam pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang diperbarui hingga 20 Oktober 2026, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Kota Palembang masuk kategori kekeringan ekstrem, yakni mengalami hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.
Baca Juga: Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang
Sementara itu, sebagian kecil wilayah Palembang tercatat berada dalam kategori hari tanpa hujan panjang, yaitu 21–30 hari.
Data tersebut menunjukkan kondisi tidak seragam di seluruh kota. Karena itu, durasi tanpa hujan di suatu kawasan Palembang belum tentu sama dengan kawasan lainnya.
BMKG juga mencatat periode tanpa hujan yang lebih panjang di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. HTH terpanjang dalam pemantauan tersebut tercatat di wilayah Prajen, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, dengan durasi yang dilaporkan mencapai lebih dari 100 hari.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, menjelaskan bahwa potensi pertumbuhan awan hujan telah terdeteksi melalui pengamatan profil atmosfer pada Sabtu pagi.
Salah satu faktor yang mendukung pembentukan hujan adalah dinamika pergerakan angin vertikal yang membantu memecah lapisan inversi atmosfer. Lapisan ini sebelumnya berperan menghambat pergerakan polutan sehingga asap cenderung tertahan di dekat permukaan tanah.
Selain faktor atmosfer, tim gabungan juga mempercepat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan metode hibrida. Upaya tersebut antara lain menggunakan bahan semai natrium klorida atau NaCl serta material dry ice atau karbon dioksida padat dalam kegiatan yang dilakukan tim terkait.
Tag
Berita Terkait
-
Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
Ngaku Pegawai Kemenkumham, Pria di Palembang Tipu Korban Rp250 Juta demi Lulus CPNS
-
KPA Sumsel Siapkan Posko Solidaritas Lumbung Agraria di 4 Daerah Terdampak Karhutla
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Hampir 4 Bulan Tak Hujan, Palembang Akhirnya Diguyur Hujan di Tengah Kepungan Asap Karhutla
-
Tegur Terduga Pencuri Motor di Palembang, Polisi Ditembak hingga Peluru Nyaris Kena Kepala
-
Karhutla Sumsel Berdampak ke Panggung Hiburan, Bernadya hingga The Adams Batal Tampil di Palembang
-
Dituduh Curi Uang, Napi Lapas Muaradua Tewas Dianiaya: 4 Rekan Sekamar Jadi Tersangka
-
BRI Gandeng Prodia, Tawarkan Diskon MCU Hingga Free Medical Check-Up