- Pemerintah Kota Palembang memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh bagi siswa TK hingga SMP mulai 9 September 2026.
- Kebijakan belajar daring tersebut diterapkan akibat kabut asap, abu vulkanik, dan buruknya kualitas udara.
- Meskipun siswa belajar dari rumah, penyaluran Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan dengan penyesuaian mekanisme.
SuaraSumsel.id - Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ di Palembang mulai 9 September 2026. Siswa TK, SD, hingga SMP sederajat di Kota Palembang untuk sementara belajar daring dari rumah akibat kondisi kabut asap dan kualitas udara yang memburuk.
Kebijakan PJJ di Palembang tersebut berlaku mulai Rabu, 9 September 2026. Pemerintah Kota Palembang belum menetapkan sampai kapan siswa akan menjalani pembelajaran dari rumah.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, penerapan PJJ dilakukan sebagai langkah untuk melindungi kesehatan peserta didik. Kebijakan itu akan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara di Kota Palembang.
“Mulai 9 September 2026, kegiatan belajar mengajar untuk jenjang TK, SD, dan SMP sederajat di Kota Palembang dilaksanakan melalui Pembelajaran Jarak Jauh dari rumah,” kata Ratu Dewa, Selasa (8/9/2026).
PJJ di Palembang Berlaku untuk TK hingga SMP
Dengan diberlakukannya kebijakan tersebut, siswa TK, SD, dan SMP sederajat di Palembang tidak mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Rabu, 9 September 2026.
Kegiatan belajar tetap dilaksanakan dari rumah melalui metode pembelajaran daring atau bentuk pembelajaran jarak jauh lainnya yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik.
Kepala satuan pendidikan diminta memastikan proses pembelajaran tetap berjalan sesuai kurikulum, capaian pembelajaran, dan kalender pendidikan yang berlaku.
Guru juga diminta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi siswa. Selama PJJ berlangsung, guru diimbau tidak memberikan beban tugas yang berlebihan kepada peserta didik.
Baca Juga: TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?
PJJ akibat Kabut Asap dan Kualitas Udara Memburuk
Penerapan PJJ di Palembang dilakukan setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan atau karhutla mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat.
Selain kabut asap, Pemkot Palembang juga mempertimbangkan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau serta meningkatnya gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA, terutama di kalangan peserta didik.
Kondisi tersebut menjadi pertimbangan pemerintah untuk menghentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah. Siswa diminta belajar dari rumah hingga kondisi udara dinilai lebih aman untuk kegiatan di luar ruangan.
Pemkot Palembang meminta orang tua berperan aktif mendampingi anak selama mengikuti PJJ. Orang tua juga diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah selama kualitas udara belum membaik.
Selain mendampingi kegiatan belajar, orang tua diharapkan memantau kondisi kesehatan anak. Jika muncul gejala ISPA, seperti batuk, pilek, sesak napas, atau iritasi mata, anak disarankan segera mendapatkan penanganan medis.
Tag
Berita Terkait
-
TK-SMP PJJ Akibat Kabut Asap, Mengapa SMA-SMK Palembang Belum Belajar Daring?
-
64 Penerbangan Palembang-Jakarta Sempat Batal akibat Anak Krakatau, Kini Kembali Normal
-
Belum Pulih, 28 Penerbangan Bandara SMB II Palembang Batal Lagi Hari Ini
-
Sempat Bantah dan Lapor Balik Mahasiswi, Dosen Hukum UMP Kini Tersangka Kekerasan Seksual
-
Bandara Jakarta Ditutup hingga Sore, 57 Penerbangan di Palembang Batal dalam Dua Hari
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- 5 Sabun Mandi Vitamin C Terbaik untuk Mencerahkan Kulit Belang, Lengkap dengan Review Pengguna
- Daftar Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Macan dalam Bisnis dan Asmara
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Gubernur Sulsel Telepon Langsung Pemilik SPBU
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
CIP Award 2026, Wadah PTBA Ubah Gagasan Jadi Solusi Nyata
-
Sultan Muda Goes to OKU Timur, Dorong UMKM Melek Keuangan dan Akses Pembiayaan
-
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Peduli Masyarakat Sungai Rebo, Salurkan PMT dan Edukasi Parenting
-
Rumah BUMN Bukit Asam Dorong Kreativitas Masyarakat lewat Pelatihan Lilin Aromatik Bernilai Usaha
-
Paket Pernikahan Ciatok di Wyndham Opi Hotel Palembang Mulai Rp4,8 Juta per Meja