- Sebanyak 64 penerbangan rute Palembang-Jakarta dibatalkan sejak 6 September 2026 akibat erupsi Anak Gunung Krakatau.
- Pembatalan penerbangan tersebut berdampak langsung terhadap 10.624 calon penumpang di Bandara SMB II Palembang.
- Operasional penerbangan rute Palembang-Jakarta di Bandara SMB II kembali normal pada 8 September 2026.
SuaraSumsel.id - Sebanyak 64 penerbangan rute Palembang-Jakarta dan sebaliknya sempat dibatalkan akibat dampak erupsi Anak Gunung Krakatau. Pembatalan yang berlangsung sejak Minggu, 6 September 2026, itu berdampak terhadap 10.624 calon penumpang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Kini, setelah tiga hari terdampak gangguan penerbangan, operasional rute dari dan menuju Jakarta di Bandara SMB II Palembang mulai kembali normal pada Selasa, 8 September 2026.
Normalnya kembali penerbangan tersebut menyusul dibukanya kembali operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta yang sebelumnya terdampak aktivitas abu vulkanik akibat erupsi Anak Gunung Krakatau.
General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan seluruh rute penerbangan di Bandara SMB II secara bertahap telah kembali beroperasi dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.
“Setelah sebelumnya terdampak aktivitas erupsi Anak Gunung Krakatau yang menyebabkan penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, penerbangan tujuan Jakarta di Bandara SMB II sejak Selasa, 8 September 2026 berangsur normal,” ujar Ahmad Syaugi Shahab dalam keterangan resminya.
Bandara SMB II terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan melakukan pemantauan berkala untuk memastikan operasional penerbangan dapat berjalan aman dan lancar. Gangguan penerbangan akibat aktivitas Anak Krakatau sebelumnya cukup besar dirasakan penumpang dari Sumatera Selatan. Sebagian besar penerbangan yang terdampak merupakan rute Palembang-Jakarta, mengingat Jakarta menjadi salah satu tujuan dan hub penerbangan utama dari Bandara SMB II.
Selama periode Minggu, 6 September hingga operasional kembali normal pada Selasa, 8 September 2026, tercatat 64 penerbangan rute Jakarta dibatalkan. Pembatalan tersebut berdampak terhadap 10.624 calon penumpang.
Angka tersebut menggambarkan besarnya dampak tidak langsung aktivitas vulkanik Anak Krakatau terhadap konektivitas udara Sumatera Selatan.
Sebab, gangguan penerbangan di Palembang bukan semata terjadi karena kondisi Bandara SMB II, melainkan akibat penutupan sementara bandara tujuan, terutama Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lain yang terdampak abu vulkanik.
Baca Juga: Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?
Selama pembatalan berlangsung, manajemen Bandara SMB II juga menerapkan Service Recovery Activation (SRA) bagi calon penumpang yang terdampak.
Layanan tersebut diberikan melalui pembagian air minum dan masker serta pendampingan petugas bandara kepada penumpang yang harus menunggu informasi terbaru mengenai penerbangannya.
“Kami telah melaksanakan prosedur Service Recovery Activation melalui pembagian minum dan masker serta petugas bandara yang selalu siap untuk memberikan asistensi bagi calon penumpang yang terdampak,” kata Ahmad Syaugi Shahab.
Ia mengatakan pelayanan kepada penumpang menjadi perhatian utama selama kondisi operasional penerbangan mengalami gangguan akibat situasi yang berada di luar kendali bandara maupun maskapai.
Pemulihan penerbangan rute Jakarta kini diharapkan dapat kembali memperlancar mobilitas masyarakat dan konektivitas Sumatera Selatan dengan ibu kota serta kota-kota lain yang terhubung melalui Jakarta.
Meski penerbangan telah kembali beroperasi, pihak Bandara SMB II tetap meminta calon penumpang memperhatikan informasi terbaru dari maskapai masing-masing.
Tag
Berita Terkait
-
Erupsi 25 Jam Anak Krakatau Berakhir, Tapi Mengapa Sumsel Masih Terdampak?
-
Di Tengah Abu Anak Krakatau, Bandara Atung Bungsu Pagar Alam Jadi yang Pertama Kembali Normal
-
Belum Pulih, 28 Penerbangan Bandara SMB II Palembang Batal Lagi Hari Ini
-
Sempat Bantah dan Lapor Balik Mahasiswi, Dosen Hukum UMP Kini Tersangka Kekerasan Seksual
-
Bandara Jakarta Ditutup hingga Sore, 57 Penerbangan di Palembang Batal dalam Dua Hari
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Nasib Bayi yang Ditemukan di Toilet Tol Terpeka: Sudah Boleh Pulang, 5 Keluarga Berminat Mengadopsi
-
Bank Sumsel Babel Luncurkan Sultan Muda Corner, Perkuat Pembiayaan UMKM dan Wirausaha Muda
-
Hari Listrik Nasional ke-81, Pertamina Kilang Plaju Dukung Kemandirian Energi lewat PLTMh
-
Kasus Dugaan Korupsi 93 Honorer RSKJ Bengkulu, Mantan Dirut Menyusul Jadi Tersangka
-
Guru SD di Palembang Diduga Setubuhi Siswi Lima Kali, Terungkap Setelah Orang Tua Melapor