- Sebanyak 28 penerbangan di Bandara SMB II Palembang dibatalkan pada Senin malam, 7 September 2026, akibat erupsi Anak Krakatau.
- Manajemen bandara mengaktifkan layanan pemulihan bagi penumpang terdampak dengan membagikan air minum serta masker gratis di lokasi.
- Calon penumpang diimbau untuk selalu memeriksa status penerbangan terbaru melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
SuaraSumsel.id - Gangguan penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang belum pulih. Hingga Senin malam, 7 September 2026, sedikitnya 28 penerbangan kembali dibatalkan akibat dampak aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau.
Pembatalan terbaru ini terjadi hanya sehari setelah Bandara SMB II Palembang mencatat 36 penerbangan batal pada Minggu, 6 September 2026.
Artinya, dalam dua hari terakhir, gangguan penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau masih terus dirasakan penumpang dari dan menuju Palembang.
Sejumlah penerbangan keberangkatan maupun kedatangan kembali terdampak, terutama rute yang terhubung dengan bandara-bandara tujuan yang sebelumnya ditutup sementara akibat sebaran abu vulkanik.
Kondisi tersebut membuat calon penumpang yang akan melakukan perjalanan dari Palembang diminta tidak langsung datang ke bandara tanpa memastikan status penerbangan.
General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Ahmad Syaugi Shahab mengimbau penumpang untuk terus memantau perkembangan penerbangan melalui maskapai masing-masing.
"Kami terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan seluruh pihak terkait untuk memastikan informasi mengenai perkembangan penerbangan dapat diterima secara cepat dan akurat oleh pengguna jasa," ujar Ahmad Syaugi Shahab.
Sehari Sebelumnya 36 Penerbangan Batal
Gangguan penerbangan di Palembang memasuki hari berikutnya setelah pada Minggu, 6 September 2026, sebanyak 36 jadwal penerbangan di Bandara SMB II Palembang telah dibatalkan. Pada Senin, jumlah penerbangan yang kembali terdampak mencapai 28 jadwal.
Baca Juga: Bandara Jakarta Ditutup hingga Sore, 57 Penerbangan di Palembang Batal dalam Dua Hari
Situasi ini menunjukkan dampak aktivitas vulkanik Anak Gunung Krakatau masih berpengaruh terhadap jaringan penerbangan, khususnya penerbangan yang terhubung dengan Jakarta dan sejumlah bandara terdampak.
Sebelumnya, empat bandara, yakni Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara Bandung dan Radin Inten II Lampung sempat ditutup sementara atau aerodrome closed demi keselamatan penerbangan.
Penutupan bandara tersebut berdampak berantai terhadap sejumlah penerbangan dari berbagai daerah, termasuk Palembang.
Bandara SMB II Beri Layanan untuk Penumpang Terdampak
Di tengah pembatalan penerbangan yang masih terjadi, manajemen Bandara SMB II Palembang mengaktifkan Service Recovery Activation bagi penumpang terdampak. Petugas bandara memberikan pendampingan dan informasi kepada penumpang yang penerbangannya mengalami gangguan. Selain itu, pengguna jasa terdampak juga mendapatkan air minum kemasan dan masker.
Ahmad Syaugi mengatakan pelayanan kepada penumpang tetap menjadi perhatian utama, terutama ketika terjadi gangguan operasional yang berada di luar kendali bandara.
Berita Terkait
-
Bandara Jakarta Ditutup hingga Sore, 57 Penerbangan di Palembang Batal dalam Dua Hari
-
Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Ganggu Penerbangan, Super Air Jet Palembang-Jakarta Batal Lagi
-
Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau
-
Update! 25 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Dibatalkan akibat Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Gandeng Prodia, Tawarkan Diskon MCU Hingga Free Medical Check-Up
-
Kabut Asap Kembali Selimuti Palembang, 4 Wilayah Catat Kualitas Udara Berbahaya
-
Karhutla Sumsel: 20 Korporasi Masuk Penyidikan, Identitas 4 Perusahaan Baru Belum Dibuka
-
KMP Batumandi Terbakar di Merak, 4 ASN Ogan Ilir Hendak Konsultasi ke BKN dan Kemendagri
-
Bobby Rizaldi Disebut dalam Dakwaan Suap Rp500 Juta, Temuan BPK Muara Enim Turun Jadi Rp2,32 Miliar