- Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan dan menyebabkan 14 orang terluka di Tol Palindra pada Sabtu.
- Masyarakat Transportasi Indonesia mendorong PT Hutama Karya mengevaluasi sistem peringatan dini guna mengantisipasi gangguan jarak pandang.
- PT Hutama Karya bersama pihak kepolisian telah menangani insiden tersebut serta melakukan investigasi awal terkait penyebabnya.
SuaraSumsel.id - Kecelakaan beruntun yang melibatkan empat kendaraan dan menyebabkan 14 orang terluka di Tol Palembang-Indralaya atau Tol Palindra kini memunculkan sorotan terhadap kesiapan sistem keselamatan menghadapi gangguan jarak pandang.
Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mendorong pengelola Tol Palindra, PT Hutama Karya (Persero), melakukan evaluasi terhadap sistem peringatan dini atau early warning system untuk mengantisipasi risiko kecelakaan ketika jarak pandang pengendara terganggu kabut asap.
Ketua Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol Pengurus Pusat MTI, M Alkautsar, mengatakan sistem keselamatan di jalan tol dengan kecepatan kendaraan tinggi tidak seharusnya baru bekerja setelah kecelakaan terjadi.
“Penurunan visibilitas beberapa detik saja dapat meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan. Early warning system harus bekerja sebelum risiko berubah menjadi insiden,” kata Alkautsar dalam keterangannya di Palembang, Minggu (6/9/2026).
Desakan evaluasi itu muncul sehari setelah kecelakaan beruntun di KM 9+700 Jalur A Tol Palindra, Sabtu (5/9/2026). Empat kendaraan terlibat dalam peristiwa tersebut, yakni Mitsubishi Triton, Bus ALS, Bus DAMRI dan Toyota Avanza.
Sebanyak 14 orang dilaporkan mengalami luka, terdiri dari empat korban luka berat dan 10 lainnya luka ringan.
Bukan Sekadar Faktor Pengemudi
MTI menilai gangguan jarak pandang akibat kabut tidak seharusnya hanya dilihat sebagai persoalan pengemudi. Peristiwa tersebut, menurut Alkautsar, perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan sistem mitigasi risiko di jalan tol.
Pengelola jalan tol dinilai perlu memiliki parameter keselamatan yang jelas ketika visibilitas pengendara mulai menurun.
Baca Juga: Kabut Asap Kian Pekat, Tol Palembang-Prabumulih Ditutup Sehari Usai Kecelakaan Beruntun
Parameter itu mencakup batas aman jarak pandang, mekanisme pengurangan kecepatan kendaraan, optimalisasi informasi melalui Variable Message Sign atau VMS, peningkatan patroli hingga prosedur penutupan sementara ruas jalan apabila kondisi dianggap membahayakan pengguna.
“Keselamatan pengguna harus menjadi ukuran utama. Jalan tol tidak cukup hanya lancar dan memiliki infrastruktur yang baik, tetapi harus mampu membaca risiko dan meresponsnya sebelum menimbulkan korban. Peristiwa Palindra harus menjadi bahan evaluasi, bukan sekadar dicatat sebagai statistik kecelakaan,” ujar Alkautsar.
Siapa yang Memberi Peringatan?
Sorotan terhadap sistem peringatan dini ini menjadi penting karena pengendara di jalan tol melaju dengan kecepatan relatif tinggi.
Ketika jarak pandang mendadak menurun, pengemudi membutuhkan informasi yang cepat mengenai kondisi di depan, termasuk peringatan untuk mengurangi kecepatan atau mengantisipasi gangguan di ruas tertentu.
MTI mendorong agar evaluasi tidak hanya dilakukan secara teknis oleh pengelola jalan tol, tetapi juga melibatkan sejumlah instansi terkait.
Tag
Berita Terkait
-
Kabut Asap Kian Pekat, Tol Palembang-Prabumulih Ditutup Sehari Usai Kecelakaan Beruntun
-
Jarak Pandang Tinggal 2 Meter akibat Kabut Asap, Bus DAMRI dan ALS Tabrakan di Tol Palindra
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
-
Prabowo ke Sumsel Cek Karhutla, Akankah Kembali Tanpa Masker di Tengah Kabut Asap?
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Usai Kecelakaan Beruntun, Hutama Karya Diminta Evaluasi Peringatan Kabut di Tol Palindra
-
Anak Tak Bisa Bermain di Luar karena Kabut Asap? Coba 10 Aktivitas Seru Ini
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Kabut Asap Kian Pekat, Tol Palembang-Prabumulih Ditutup Sehari Usai Kecelakaan Beruntun
-
Jarak Pandang Tinggal 2 Meter akibat Kabut Asap, Bus DAMRI dan ALS Tabrakan di Tol Palindra