- Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan dan menyebabkan 14 orang terluka di Tol Palindra pada Sabtu.
- Masyarakat Transportasi Indonesia mendorong PT Hutama Karya mengevaluasi sistem peringatan dini guna mengantisipasi gangguan jarak pandang.
- PT Hutama Karya bersama pihak kepolisian telah menangani insiden tersebut serta melakukan investigasi awal terkait penyebabnya.
Koordinasi diperlukan antara Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), badan usaha jalan tol, kepolisian, BPBD hingga pemerintah daerah agar terdapat prosedur yang jelas ketika kondisi jarak pandang mulai membahayakan.
Menurut Alkautsar, mitigasi kabut asap dan kebakaran lahan juga perlu masuk dalam evaluasi Standar Pelayanan Minimal atau SPM jalan tol, terutama pada aspek keselamatan dan penanganan kondisi darurat.
Hutama Karya Tangani Kecelakaan
Hutama Karya sebelumnya selaku pengelola Tol Palindra menyatakan telah menangani kecelakaan tersebut bersama kepolisian setempat.
Regional Head Sumatera Bagian Selatan PT Hutama Karya, Arief Yeri Kristanto, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 06.20 WIB dan melibatkan empat kendaraan.
Hutama Karya juga menyampaikan hasil investigasi awal yang berbeda dengan sejumlah informasi awal yang mengaitkan kecelakaan secara langsung dengan kabut asap. Arief menyatakan kecelakaan tersebut tidak disebabkan kabut asap, sementara investigasi mengenai rangkaian kecelakaan terus menjadi perhatian.
Perbedaan informasi mengenai kondisi saat kecelakaan itu membuat dorongan MTI terhadap evaluasi sistem peringatan dini menjadi semakin relevan.
Alarm untuk Tol di Sumatera
MTI berharap evaluasi yang dilakukan setelah kecelakaan Tol Palindra tidak berhenti pada satu ruas jalan. Menurut mereka, sistem mitigasi risiko perlu menjadi perhatian seluruh jaringan jalan tol di Sumatera yang memiliki kerentanan terhadap gangguan kabut asap dan kebakaran lahan.
Baca Juga: Kabut Asap Kian Pekat, Tol Palembang-Prabumulih Ditutup Sehari Usai Kecelakaan Beruntun
Bagi pengguna jalan, pertanyaan yang kini muncul bukan hanya bagaimana kecelakaan beruntun itu terjadi.
Lebih jauh, publik juga menunggu bagaimana pengelola Tol Palindra dan pihak terkait memastikan sistem peringatan dapat bekerja lebih cepat ketika kondisi jarak pandang mulai membahayakan.
Peristiwa di Tol Palindra kini menjadi pengingat bahwa keselamatan jalan tol tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan dan pengemudi, tetapi juga pada kemampuan sistem mendeteksi risiko serta memberi peringatan sebelum situasi berkembang menjadi kecelakaan.
Tag
Berita Terkait
-
Kabut Asap Kian Pekat, Tol Palembang-Prabumulih Ditutup Sehari Usai Kecelakaan Beruntun
-
Jarak Pandang Tinggal 2 Meter akibat Kabut Asap, Bus DAMRI dan ALS Tabrakan di Tol Palindra
-
Titik Api Masih Muncul di Tol Palindra, Seberapa Cepat Karhutla Bisa Dikendalikan?
-
Prabowo ke Sumsel Cek Karhutla, Akankah Kembali Tanpa Masker di Tengah Kabut Asap?
-
Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak
Terpopuler
- Maarten Paes Mulai Kehilangan Tempat di Ajax, Petinggi PSSI Pasang Badan
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Berbagai Kebutuhan
- Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari, Polres Cimahi Siapkan Dua Jalur Alternatif
- 3 Rekomendasi HP vivo RAM 8 GB Snapdragon Paling Murah untuk Dipilih
- KBRI Kuala Lumpur Digeruduk, Warga Malaysia Desak Prabowo Buka Nama Perusahaan Terlibat Karhutla
Pilihan
-
Kedutaan Besar Negara Asing Keluarkan Peringatan untuk Warganya Pasca Erupsi Anak Krakatau
-
Kabut Asap Makin Pekat, Doa Apa yang Bisa Dibaca Muslim? Ini Bacaan Perlindungannya
-
Jakarta Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Besok
-
Badan Geologi Ungkap Kondisi Anak Krakatau Terkini: Tak Ada Potensi Runtuh Picu Tsunami
-
Terungkap! Sebelum Audiensi dengan Pimpinan DPR, Botok Ditelpon Prabowo
Terkini
-
Terus Bertambah, 36 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Batal Akibat Abu Anak Krakatau
-
Sambut Kunjungan Komisi XII DPR RI, Pertamina Tegaskan Kesiapan Kilang Plaju Kawal Mandatori B50
-
Saat Kabut Asap Selimuti Sumsel, 455 Hotspot Terpantau di Area Izin Perusahaan Hutan
-
BRI: Literasi Keuangan Penting Sebelum Generasi Muda Punya Penghasilan
-
Melihat Gunung Erupsi, Jangan Panik, Ini Doa dan Sikap yang Dianjurkan dalam Islam