- Anak usaha PTBA, PT Huadian Bukit Asam Power, meraih Juara 3 Apresiasi EBTKE 2026 dari Kementerian ESDM.
- Penghargaan diberikan karena inovasi pemanfaatan PLTS Landfill berkapasitas 44,88 kWp di area pengelolaan limbah PLTU Sumsel 8.
- Penerapan sistem energi surya tersebut berhasil menekan emisi karbon sebanyak 82,86 ton serta menciptakan efisiensi biaya.
SuaraSumsel.id - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) kembali mencatatkan capaian di bidang energi berkelanjutan. Anak usahanya, PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP), meraih Juara 3 Apresiasi Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
HBAP meraih penghargaan tersebut untuk Kategori Off-Grid, Sub-Kategori Power, melalui inovasi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Landfill berkapasitas 44,88 kWp di area pengelolaan limbah Fly Ash and Bottom Ash (FABA) Ash Yard PLTU Sumsel 8.
Penghargaan tersebut diterima Operation & Technical Director HBAP Zheng GuoXiong yang mewakili manajemen perusahaan pada acara penyerahan Apresiasi EBTKE 2026.
Pemanfaatan PLTS Landfill tersebut dilakukan dengan sistem hybrid off-grid, sehingga mendukung kebutuhan operasional secara mandiri sekaligus memanfaatkan sumber energi bersih di kawasan pengelolaan FABA.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno, mengatakan penghargaan dari Kementerian ESDM menjadi pengakuan atas upaya PTBA Group dalam mengintegrasikan energi bersih ke dalam kegiatan operasional.
“Penghargaan dari Kementerian ESDM ini merupakan wujud pengakuan atas komitmen PTBA Group dalam mengintegrasikan energi bersih ke dalam rantai operasional kami. Inovasi pemanfaatan PLTS hybrid off-grid di HBAP memperlihatkan bagaimana entitas anak perusahaan mampu bertransformasi dan memberikan nilai tambah nyata bagi penurunan emisi karbon serta efisiensi operasional,” ujar Eko.
Tekan Emisi Karbon 82,86 Ton
Pemanfaatan energi surya di HBAP juga memberikan dampak yang terukur terhadap lingkungan dan operasional. PLTS Landfill HBAP yang beroperasi secara hybrid off-grid bersama PLTS HBAP #1 berkapasitas 162,25 kWp disebut telah membantu menekan emisi CO sebesar 82,86 ton.
Angka tersebut setara dengan kemampuan penyerapan karbon lebih dari 3.300 pohon. Selain menekan emisi, program ini juga mendukung upaya mencegah timbulan pencemaran udara serta menghasilkan efisiensi biaya energi hingga puluhan juta rupiah setiap tahun.
Baca Juga: Dari Menganggur hingga Panen Telur, Amat Rasakan Manfaat Program Ayam Petelur PTBA
Bagi HBAP, pemanfaatan energi surya tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas penggunaan energi hijau di kawasan operasional perusahaan.
Direktur Utama HBAP Chen Xingyu mengatakan penghargaan dari Ditjen EBTKE Kementerian ESDM menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus mengembangkan pemanfaatan energi terbarukan.
“Kami sangat bangga dan bersyukur atas apresiasi yang diberikan oleh Ditjen EBTKE Kementerian ESDM. Pengoperasian PLTS Landfill secara hybrid off-grid ini hanyalah awal dari langkah besar HBAP dalam mendukung keberlanjutan energi,” ungkap Chen.
Ia menambahkan, HBAP ke depan menargetkan ekspansi kapasitas pemanfaatan energi surya hingga 2–3 MWp di area operasional perusahaan.
Pengembangan tersebut juga akan diikuti dengan perluasan program pemanfaatan FABA secara sirkular, sehingga limbah hasil pembakaran batu bara dapat dimanfaatkan kembali untuk memberikan nilai tambah bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Manajemen PTBA menilai pencapaian HBAP dalam Apresiasi EBTKE 2026 menjadi salah satu bukti implementasi transisi energi di lingkungan PTBA Group.
Berita Terkait
-
Dari Menganggur hingga Panen Telur, Amat Rasakan Manfaat Program Ayam Petelur PTBA
-
HUT ke-81 RI, PTBA dan MIND ID Group Salurkan Bantuan untuk Veteran di Sumsel dan Lampung
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
-
Jangan Takut Gagal, Kisah Reski Menembus Pendidikan Tinggi Lewat BIDIKSIBA PTBA
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?