- Polda Sumatera Selatan mendeteksi 623 titik panas hingga Jumat, 4 September 2026, melalui aplikasi Stop Karhutla.
- Petugas memverifikasi 306 titik dan mendapati seluruh lokasi tersebut merupakan anomali panas stockpile batu bara industri.
- Polda menyiagakan 1.000 personel di 20 posko untuk memverifikasi 317 sisa titik panas tersisa.
Langkah tersebut dilakukan agar setiap potensi kebakaran dapat segera diketahui sejak awal dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Polda Sumsel juga terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik yang belum selesai diperiksa. Proses verifikasi dilakukan bersamaan dengan patroli lapangan di sejumlah wilayah yang menjadi perhatian berdasarkan data pemantauan.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, pemantauan berbasis teknologi dan pengecekan langsung di lapangan menjadi bagian dari strategi pencegahan karhutla.
Ia mengatakan, penguatan personel dan pemanfaatan sistem digital dilakukan untuk memastikan jajaran dapat bergerak cepat ketika ditemukan indikasi yang membutuhkan penanganan.
“Polda Sumsel berkomitmen penuh mengawal agenda prioritas pemerintah dalam pengendalian karhutla dan menjaga stabilitas kamtibmas. Kehadiran personel dan transparansi pemantauan digital ini membuktikan situasi Sumsel sangat terkendali,” kata Nandang.
Meski demikian, proses verifikasi terhadap ratusan titik pantauan masih terus berlangsung. Dari 623 titik yang tercatat dalam sistem hingga 4 September 2026, sebanyak 317 titik masih dalam tahap penelusuran dan pemantauan intensif oleh tim di lapangan.
Nandang mengimbau masyarakat untuk ikut berperan dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka maupun membersihkan lahan menggunakan cara membakar.
Tag
Berita Terkait
-
Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan
-
Karhutla Sumsel Belum Usai, Ini 4 Harapan Publik untuk Herman Deru di Tengah Kabut Asap
-
Sumsel Kembali Menengadah ke Langit, Doa Hujan di Tengah Karhutla yang Belum Usai
-
Warga Dibayar Rp150 Ribu Padamkan Karhutla, Seberapa Efektif Strategi Baru Herman Deru?
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Muncul Kubah Lava Baru di Gunung Anak Krakatau, PVMBG Jawab Kekhawatiran Potensi Tsunami
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Tengah Malam: Fenomena Lava Air Mancur Muncul
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
Terkini
-
623 Titik Panas Terpantau di Sumsel, 317 Masih Diverifikasi Polda
-
Nilai Tukar Petani Sumsel Tembus Rekor 3 Tahun, Kenapa Nelayan Justru Tertekan?
-
Inflasi Sumsel Bergerak Naik di Tengah Bayang-Bayang El Nino
-
Kronologi 3 Mahasiswa Gugat Ayah Kandung di Palembang hingga Tuntut Nafkah Rp700 Juta
-
Akhir Pekan, Listrik Padam di Palembang? OPI Mall hingga RS Hermina Masuk Daftar