- Akademisi dan peneliti membahas PT Danantara Sumberdaya Indonesia di Palembang pada Kamis, 27 Agustus 2026.
- Forum tersebut menghasilkan rekomendasi agar PT Danantara berperan sebagai integrator pengawasan perdagangan digital yang efisien.
- Kebijakan tata kelola ekspor harus menutup kebocoran negara tanpa mengganggu kelangsungan perusahaan dan tenaga kerja.
Dalam keterangannya, menyebut kebutuhan dana operasional ekspor komoditas strategis nasional dapat mencapai nilai ratusan triliun rupiah. Risiko terhadap kepercayaan pembeli internasional juga perlu diperhitungkan.
Karena itu, model integrator dinilai dapat menjadi salah satu pilihan untuk memperkuat pengawasan tanpa harus membuat DSI menanggung seluruh aktivitas perdagangan secara langsung.
Persoalan lain yang ikut muncul adalah kepastian hukum.
Peneliti Nagara Institute Edi Sewandono menegaskan bahwa regulasi baru harus tetap memberikan kepastian bagi dunia usaha. “Kepastian hukum dan kemudahan investasi harus tetap dijaga dalam pembentukan regulasi ekspor baru,” kata Edi.
Pernyataan tersebut sejalan dengan kekhawatiran mengenai keberlangsungan perusahaan yang disampaikan Joni.
Sebab, pembenahan tata kelola ekspor pada akhirnya bukan hanya persoalan bagaimana negara mengawasi komoditas, tetapi juga bagaimana perusahaan tetap memiliki kepastian untuk menjalankan kegiatan usaha dan mempertahankan tenaga kerja.
Nagara Institute juga menyebut pendekatan yang dibahas diharapkan mampu mengoptimalkan pendapatan negara tanpa mengganggu rantai pasok komoditas ekspor yang sudah ada.
Kepentingan Sumsel ikut dipertaruhkan
Pembahasan tersebut menjadi semakin relevan bagi Sumatera Selatan karena forum juga menyinggung persoalan pengelolaan SDA daerah. Dalam catatan diskusi, muncul pembahasan mengenai komoditas sawit dan kopi Sumsel, termasuk kebutuhan untuk memastikan perdagangan komoditas tidak membuat identitas asal daerah dan manfaat ekonominya hilang.
Baca Juga: Kabut Asap Makin Parah, Unsri Alihkan Kuliah ke Online, Kapan Kembali ke Kampus?
Dalam forum juga disebut angka sekitar 1,2 juta hektare untuk sawit di Sumsel. Namun, angka tersebut belum disertai rincian sumber dan periode sehingga masih perlu diklarifikasi sebelum digunakan sebagai data faktual.
Kepala Bapedda Sumatera Selatan, Dody Eko Prasetyo memastikan jika keberadaan komoditi ekspor seperti sawit juga memberikan dampak bagi daerah. "Data luasan sawit masih akan kami perbaharui, termasuk migitasi karhutla di sektor ini, sudah berjalan cukup baik," akunya.
Begitu pula dengan pembahasan mengenai kopi Sumsel yang disebut diperdagangkan melalui Lampung. Informasi tersebut masih membutuhkan data lebih lanjut untuk memastikan bagaimana mekanisme perdagangannya dan apakah terdapat persoalan hukum.
Direktur Eksekutif Nagara Institute Akbar Faizal mengatakan keberadaan DSI seharusnya menjadi momentum pembenahan tata kelola ekspor. “Kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia ini harus menjadi momentum penting dalam membenahi tata kelola ekspor,” ujar Akbar.
Forum tersebut diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas ekspor Indonesia. Hasil diskusi juga akan disusun dalam bentuk buku yang rencananya diserahkan kepada Presiden dan pihak Danantara.
Bagi Sumsel, perubahan tata kelola tersebut akhirnya bermuara pada satu pertanyaan penting, yakni bisakah negara menutup celah kebocoran SDA sekaligus memastikan perusahaan tetap hidup dan masyarakat tetap mendapatkan manfaat ekonominya.
Berita Terkait
-
Kabut Asap Makin Parah, Unsri Alihkan Kuliah ke Online, Kapan Kembali ke Kampus?
-
KA Bukit Serelo Tabrak Isuzu Panther, Satu Keluarga Jadi Korban: 4 Meninggal, 1 Kritis
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
ISPA Palembang Tembus 9.313 Kasus Saat Kabut Asap Karhutla, Ini Data Terbarunya
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?
-
Kronologi Pasutri Palembang Diduga Kunci Pria di Kamar Mandi, Motor dan 3 HP Raib