- Pemerintah Kota Palembang melaporkan tiga kecamatan mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau panjang.
- Pemerintah bersama PDAM menyalurkan air bersih menggunakan mobil tangki berdasarkan waktu dan kebutuhan warga.
- Dampak kemarau dan kabut asap membuat sekolah dilarang beraktivitas luar ruangan serta disiapkan belajar daring.
SuaraSumsel.id - Palembang kini menghadapi persoalan lain di tengah musim kemarau panjang. Bukan hanya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi perhatian, tetapi juga kesulitan mendapatkan air bersih.
Pemerintah Kota Palembang menyebut tiga kecamatan mulai mengalami krisis air bersih setelah kemarau berlangsung selama beberapa pekan. Ketiganya yakni Sukarami, Sematang Borang, dan Jakabaring.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan masyarakat di tiga wilayah tersebut mulai kesulitan mendapatkan sumber air bersih akibat kemarau panjang.
“Sejak beberapa pekan terakhir masyarakat kesulitan mendapatkan sumber air bersih akibat musim kemarau panjang,” kata Ratu Dewa dalam rapat penanggulangan karhutla, kabut asap, dan kekeringan air bersih di Palembang, Senin.
Air Bersih Mulai Harus Diatur
Menghadapi kondisi tersebut, Pemkot Palembang bersama PDAM Tirta Musi dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) menyiapkan distribusi air menggunakan tangki.
Distribusi tidak dilakukan tanpa perhitungan. Pemkot akan mengatur penyaluran berdasarkan waktu dan kebutuhan warga di wilayah yang mengalami krisis air.
Kondisi ini menunjukkan dampak kemarau mulai masuk ke persoalan kebutuhan dasar masyarakat.
Jika kemarau terus berlangsung, kebutuhan air bersih berpotensi meningkat sementara sumber air warga semakin terbatas.
Baca Juga: Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?
Palembang Hadapi Dua Dampak Kemarau
Persoalan air bersih muncul bersamaan dengan masalah lain yang sedang dihadapi Palembang, yakni kabut asap akibat karhutla.
Pemkot sebelumnya telah mengambil sejumlah langkah menghadapi dampak asap. Setiap kecamatan diwajibkan memiliki posko siaga karhutla, sementara mobil pemadam diminta dalam kondisi siaga terutama di wilayah rawan kebakaran.
Dengan demikian, kemarau panjang kini memberikan tekanan dari dua sisi: kekeringan mengganggu ketersediaan air, sementara kondisi kering juga meningkatkan risiko kebakaran lahan.
Sekolah Juga Mulai Diingatkan
Dampak kondisi udara juga membuat Pemkot Palembang mengambil langkah di sektor pendidikan. Sekolah diimbau tidak menggelar aktivitas luar ruangan, termasuk upacara. ASN di lingkungan Pemkot juga mendapat imbauan serupa.
Tag
Berita Terkait
-
Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?
-
Herman Deru Klaim Karhutla Sumsel Menurun, Tapi Kabut Asap Masih Bertahan di Palembang
-
Hotspot Sumsel Mendadak Turun Saat Prabowo Pimpin Rakor Karhutla, Benarkah Mulai Reda?
-
Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Dalam 4 Jam PM2.5 Palembang Melonjak 3 Kali Lipat, Begini Kondisi Terbarunya
-
Bukan Cuma Kabut Asap, 3 Kecamatan Palembang Kini Krisis Air Bersih
-
Sehari Usai Rakor Prabowo, 15 Hektar Lahan Semi Gambut Ogan Ilir Terbakar
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel