- Citilink resmi membuka rute penerbangan langsung Palembang-Yogyakarta setiap hari mulai tanggal 21 Agustus 2026.
- Penerbangan perdana menggunakan pesawat Airbus A320 tersebut sukses mengangkut total 216 penumpang secara aman dan lancar.
- Kehadiran rute baru ini mempermudah mobilitas masyarakat serta berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di kedua daerah.
SuaraSumsel.id - Pilihan penerbangan langsung dari Palembang menuju Yogyakarta kini bertambah. Citilink Indonesia resmi membuka rute Palembang-Yogyakarta dan sebaliknya mulai 21 Agustus 2026, dengan layanan yang dijadwalkan beroperasi setiap hari.
Pada penerbangan perdananya, pesawat Citilink tipe Airbus A320 membawa 116 penumpang dari Palembang menuju Yogyakarta. Sementara penerbangan sebaliknya dari Yogyakarta menuju Palembang mengangkut 100 penumpang, sehingga total 216 penumpang menggunakan layanan baru tersebut pada hari pertama.
General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Ahmad Syaugi Shahab, mengatakan penerbangan perdana Citilink rute Palembang-Yogyakarta berangkat pada 21 Agustus pukul 18.51 WIB dengan 116 penumpang. Penerbangan dari Yogyakarta kemudian tiba di Palembang pukul 21.50 WIB dengan 100 penumpang dan dilaporkan berjalan aman serta lancar.
“Alhamdulillah, pada 21 Agustus 2026, perdana penerbangan oleh maskapai Citilink menggunakan pesawat tipe A320 dengan rute Palembang-Yogyakarta telah diterbangkan pada pukul 18.51 WIB dengan jumlah penumpang sebanyak 116 pax,” ujar Ahmad.
Tak perlu lagi bergantung pada penerbangan transit
Pembukaan rute ini memberikan alternatif perjalanan langsung bagi masyarakat yang hendak bepergian antara Sumatera Selatan dan Yogyakarta. Rute tersebut dijadwalkan berangkat dari Bandara SMB II Palembang setiap hari pada pukul 18.55 WIB dan tiba di Yogyakarta pukul 20.35 WIB.
Dari Yogyakarta, pesawat dijadwalkan berangkat pukul 20.15 WIB dan tiba di Palembang pukul 21.50 WIB. Jadwal tersebut juga tercantum dalam data penerbangan yang tersedia untuk rute Palembang-Yogyakarta.
Dengan adanya penerbangan langsung, masyarakat memiliki pilihan perjalanan yang lebih sederhana dibandingkan harus memilih penerbangan dengan transit.
Rute ini juga berpotensi memperkuat mobilitas masyarakat untuk berbagai kepentingan, mulai dari wisata, pendidikan, bisnis hingga perjalanan keluarga.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
Dua kota dengan magnet wisata dan budaya
Palembang dan Yogyakarta memiliki karakter berbeda, tetapi sama-sama memiliki daya tarik wisata dan budaya yang kuat. Yogyakarta dikenal sebagai salah satu tujuan wisata dan pendidikan utama di Indonesia. Sementara Palembang memiliki daya tarik sejarah, budaya dan kuliner, termasuk kawasan Sungai Musi, Jembatan Ampera dan kuliner khas pempek.
Kehadiran penerbangan langsung membuka peluang bagi wisatawan dari Yogyakarta dan sekitarnya untuk lebih mudah berkunjung ke Palembang.
Sebaliknya, masyarakat Sumatera Selatan juga memiliki pilihan yang lebih praktis ketika hendak berwisata atau melakukan aktivitas pendidikan maupun bisnis di Yogyakarta.
General Manager Bandara SMB II Ahmad Syaugi Shahab berharap konektivitas baru tersebut tidak hanya memudahkan perjalanan masyarakat, tetapi juga ikut menggerakkan aktivitas ekonomi.
“Kami berharap konektivitas ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin bepergian antara Palembang dan Yogyakarta, sekaligus mendorong semakin banyaknya wisatawan dan pelaku usaha untuk menjelajahi potensi kedua daerah,” katanya.
Berita Terkait
-
Kabut Asap Karhutla Ganggu Bandara SMB II Palembang, 6 Penerbangan Harus Tertunda
-
Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?
-
Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
51 Saksi Sudah Diperiksa, Mengapa Belum Ada Tersangka di Kasus Lampu Jalan Palembang?
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Wisuda ke-8 USS, 109 Lulusan Ditantang Bawa Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?