- Dinas Kesehatan menyatakan kualitas udara Palembang pada 23 Agustus 2026 tidak sehat akibat kabut asap.
- BMKG mencatat konsentrasi PM2.5 di Stasiun Talang Betutu mencapai 132,3 mikrogram per meter kubik.
- WHO menyarankan warga menunda olahraga luar ruangan intensif guna menghindari risiko gangguan pernapasan.
SuaraSumsel.id - Car Free Day (CFD) biasanya menjadi ruang warga Palembang untuk berolahraga dan menghirup udara pagi. Namun, Minggu (23/8/2026), pemandangan itu berlangsung di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah kawasan kota. Pertanyaannya kemudian sederhana: masih sehatkah berolahraga di luar ruangan ketika udara justru sedang tercemar?
Dinas Kesehatan Kota Palembang sebelumnya sudah mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Kepala Dinkes Palembang Fenty Aprina menyebut kualitas udara Palembang berada pada level tidak sehat dan mengingatkan paparan asap dapat memicu ISPA serta gangguan kesehatan lainnya.
Ironisnya, pada pagi yang sama sebagian warga tetap mendatangi kawasan CFD. Ada yang berjalan kaki, berlari, bersepeda hingga berkumpul bersama keluarga. Sebagian lainnya tetap berolahraga meski kabut asap terlihat di sekitar lokasi kegiatan. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan: apakah manfaat olahraga masih lebih besar daripada risiko menghirup udara tercemar?
Olahraga tetap sehat, tetapi udaranya yang jadi persoalan
Olahraga sebenarnya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Masalahnya bukan pada aktivitas fisiknya, melainkan di mana dan dalam kondisi udara seperti apa aktivitas tersebut dilakukan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa asap kebakaran mengandung berbagai polutan, dengan partikulat halus atau PM2.5 menjadi salah satu ancaman kesehatan utama. Partikel ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berkaitan dengan gangguan pernapasan maupun penyakit lainnya.
Ketika seseorang berolahraga, frekuensi dan kedalaman napas biasanya meningkat. Artinya, berlari atau bersepeda di tengah udara yang tercemar dapat meningkatkan jumlah udara yang masuk ke saluran pernapasan dibandingkan ketika seseorang hanya duduk atau berjalan santai.
WHO juga mencatat aktivitas fisik yang berat dapat meningkatkan jumlah polutan yang terhirup karena laju pernapasan meningkat.
Karena itu, persoalannya bukan “olahraga atau tidak olahraga”, melainkan “olahraga di mana dan kapan?”
Baca Juga: Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga
Data PM2.5 Palembang masih menunjukkan kategori tidak sehat
Data BMKG menjadi salah satu indikator yang patut diperhatikan. Pada 23 Agustus 2026 pukul 16.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Stasiun Talang Betutu Palembang tercatat 132,3 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.
Angka tersebut tentu tidak menggambarkan kondisi setiap sudut Kota Palembang secara seragam. Kualitas udara dapat berbeda berdasarkan lokasi dan waktu pengukuran.
Namun, ketika pemantauan resmi menunjukkan kategori tidak sehat, keputusan untuk melakukan olahraga intensif di ruang terbuka memang layak dipertimbangkan kembali.
Jadi, tetap CFD atau menunda?
Jawabannya cukup jelas untuk kondisi udara seperti ini: menunda olahraga outdoor yang intensif lebih masuk akal daripada memaksakan CFD ketika udara sedang tidak sehat.
Berita Terkait
-
Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
51 Saksi Sudah Diperiksa, Mengapa Belum Ada Tersangka di Kasus Lampu Jalan Palembang?
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
HUT RI ke-81, Mitra Grab Palembang Rayakan Semangat Gotong Royong Bersama 810 Mitra
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Kabut Asap Palembang Ganggu Penerbangan, 15 Pesawat Terdampak saat Jarak Pandang 400 Meter
-
Wamen LH Minta Perusahaan Bangun Infrastruktur Air untuk Cegah Karhutla Sumsel
-
Wisuda ke-8 USS, 109 Lulusan Ditantang Bawa Dampak bagi Masyarakat dan Dunia Kerja
-
12 Perusahaan di Sumsel Disegel KLH Terkait Karhutla, Sampel Diuji untuk Tentukan Sanksi
-
Pemprov Sumsel Janji Pulihkan Lahan Bekas Karhutla dengan Bibit, Bagaimana Mekanismenya?