Pelaksana tugas (Plt) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein (kiri). KPK tengah menyelidikan upaya pengkondisian WTP di tiga wilayah di Sumatera Selatan. (Suara.com/Dea)
Baca 10 detik
- KPK mendalami dugaan pengaturan hasil audit BPK tahun 2024 di Muara Enim, PALI, dan Empat Lawang.
- Muara Enim ditetapkan sebagai pusat perkara hukum karena dugaan penyuapan senilai Rp1,6 miliar untuk mengubah hasil audit.
- Bupati PALI Asgianto diperiksa KPK pada Agustus 2026 terkait dugaan permintaan bantuan agar daerahnya memperoleh opini WTP.
Lima orang kemudian ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut, termasuk Bupati Muara Enim Edison, auditor BPK Titin Rita Lestari dan pihak swasta Augusz Dewanggara.
Selain PALI, Empat Lawang menjadi wilayah lain yang disebut dalam pendalaman KPK. Namun, posisi Empat Lawang berbeda dengan Muara Enim yang telah menjadi perkara utama.
Pada pemeriksaan LKPD 2024, Empat Lawang memperoleh opini WTP dengan Penekanan Suatu Hal yang kemudian masih dalam penyelidikan KPK.
BPK Perwakilan Sumsel menegaskan bahwa opini WTP bukan jaminan tidak adanya fraud. Karena itu, membandingkan status WTP, WDP atau WTP dengan penekanan tidak bisa digunakan sendirian untuk menyimpulkan ada atau tidaknya tindak pidana korupsi.
Berita Terkait
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Bupati PALI Asgianto Diperiksa KPK, Terungkap Daerahnya Gagal Raih WTP Selama 13 Tahun
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel