- KPK mengungkap Bupati PALI Asgianto meminta bantuan anggota BPK RI agar daerahnya memperoleh opini WTP pada Selasa (18/8/2026).
- Kabupaten PALI sebelumnya hanya mendapat opini WDP selama tiga tahun berturut-turut pada periode 2023 hingga 2025 dari BPK Sumsel.
- Pengembangan kasus suap audit Sumsel ini berawal dari operasi tangkap tangan di Kabupaten Muara Enim pada Juni 2026.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan suap pengondisian hasil audit di Sumatera Selatan kembali memasuki babak baru. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan bahwa Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, meminta bantuan kepada seorang anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI agar pemerintah daerahnya bisa memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Temuan tersebut menjadi sorotan karena opini WTP selama ini dianggap sebagai salah satu indikator keberhasilan pengelolaan keuangan daerah. Namun, KPK justru menduga adanya komunikasi yang bertujuan untuk membantu Kabupaten PALI memperoleh predikat tersebut.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan Asgianto diduga meminta bantuan kepada Augusz Dewanggara alias Angga, yang telah berstatus tersangka, serta kepada anggota V BPK RI, Bobby Adhityo Rizaldi.
"Bupati PALI ini meminta bantuan kepada saudara AG yang juga menjadi tersangka, dan juga kepada saudara BB yang sebelumnya pernah dilakukan pemanggilan sebagai saksi, terkait bagaimana agar Kabupaten PALI ini bisa mendapatkan opini WTP," kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (18/8/2026).
Menurut KPK, dugaan komunikasi tersebut tidak terlepas dari kondisi Pemerintah Kabupaten PALI yang belum mampu meraih opini WTP dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data BPK Perwakilan Sumatera Selatan, Kabupaten PALI memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada periode 2023-2025.
Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah daerah lain yang berhasil mempertahankan opini WTP selama bertahun-tahun melalui perbaikan tata kelola keuangan, penguatan sistem pengendalian internal, serta tindak lanjut terhadap rekomendasi hasil pemeriksaan.
Kasus yang menyeret nama Bupati PALI juga tidak dapat dipisahkan dari perkara dugaan suap pengondisian hasil audit BPK di Kabupaten Muara Enim yang lebih dulu diungkap KPK.
Dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 7-8 Juni 2026, KPK mengamankan sejumlah pihak, termasuk Bupati Muara Enim, Edison. Selanjutnya, pada 9 Juni 2026, KPK menetapkan empat tersangka dalam perkara dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa serta penerimaan lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Baca Juga: KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu 9 Jam, Lima Koper Barang Bukti Dibawa ke Jakarta
Kasus tersebut kemudian berkembang setelah KPK kembali melakukan operasi lanjutan pada 10 Juni 2026 dan mengamankan aparatur sipil negara di lingkungan BPK RI. Sehari kemudian, KPK menetapkan lima tersangka dalam perkara dugaan suap pengondisian hasil audit BPK terhadap Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Nama Augusz Dewanggara kembali muncul dalam penyelidikan tersebut. KPK menyebut Augusz diduga pernah menjadi staf ahli Bobby Adhityo Rizaldi. Sementara itu, Titin Rita Lestari yang juga menjadi tersangka pernah menjabat sebagai Ketua Tim Pemeriksaan BPK Perwakilan Sumatera Selatan.
Penyidik KPK juga telah menggeledah rumah Bobby Adhityo Rizaldi pada 13-14 Juli 2026 dan menyita sejumlah barang bukti elektronik. Bobby kemudian diperiksa sebagai saksi pada 16 Juli 2026.
Hingga kini, KPK masih terus mendalami dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam perkara tersebut.
Berita Terkait
-
KPK Geledah Rumah Kadis PUPR Bengkulu 9 Jam, Lima Koper Barang Bukti Dibawa ke Jakarta
-
Kasus Suap Muara Enim Makin Meluas, KPK Periksa Mantan Pj Bupati hingga Kepala Bappeda
-
Mengapa Rumah Anggota BPK Bobby Rizaldi Digeledah KPK di Kasus Audit Muara Enim?
-
Bobby Rizaldi dan Kasus Audit BPK Muara Enim, Eks Staf Ahlinya Jadi Tersangka
-
Bobby Adhityo Rizaldi, Mantan Ketua Golkar Sumsel yang Didalami KPK di Kasus Muara Enim
Terpopuler
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- Kekayaan Jusuf Hamka yang Dilaporkan Hary Tanoesoedibjo ke Polisi
- Jaksa Agung Burhanuddin Muncul di Istana, Bantah Bakal Dilantik jadi Jampidum
- 3 Sepatu Lokal Paling Nyaman dan Empuk untuk Jalan Terbaik Menurut Review
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, BRI Dukung Sport Tourism Indonesia
-
Dukung Perjuangan Atlet Indonesia, BRI Kobarkan Semangat Merah Putih di Asian Games 2026
-
Warga Sumsel Mulai Bergerak, Petisi Evaluasi dan Transparansi Karhutla Ramai Ditandatangani
-
Dulu Duet Prabowo di Pilpres 2014, Hatta Rajasa Kini Jadi Wakil Ketua Wantimpres
-
Asap Karhutla Tutup Jalur Sungai Banyuasin, Kapal Sembako Kandas dan Tenggelam