- KPK mendalami dugaan pengaturan hasil audit BPK tahun 2024 di Muara Enim, PALI, dan Empat Lawang.
- Muara Enim ditetapkan sebagai pusat perkara hukum karena dugaan penyuapan senilai Rp1,6 miliar untuk mengubah hasil audit.
- Bupati PALI Asgianto diperiksa KPK pada Agustus 2026 terkait dugaan permintaan bantuan agar daerahnya memperoleh opini WTP.
SuaraSumsel.id - Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap dugaan pengaturan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Sumatera Selatan kini menyentuh tiga wilayah, yakni Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Empat Lawang. Di tengah pendalaman tersebut, rekam opini audit ketiga daerah menjadi data penting untuk melihat konteks perkara yang sedang ditelusuri penyidik.
Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan penyidik menemukan komunikasi yang berkaitan dengan pemeriksaan di sejumlah wilayah, termasuk Muara Enim, PALI dan Empat Lawang. KPK masih mendalami apakah pola yang ditemukan dalam perkara Muara Enim juga terjadi di daerah lain. “Jadi ada beberapa wilayah yaitu Muara Enim, PALI, dan yang ketiga ada Empat Lawang,” kata Taufik dalam keterangan kepada wartawan.
KPK menegaskan temuan tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidikan. Artinya, kemunculan nama sebuah daerah dalam komunikasi atau pemeriksaan belum berarti daerah tersebut terbukti melakukan tindak pidana pengaturan audit.
Bagaimana rapor audit tiga daerah itu?
Data BPK Perwakilan Sumatera Selatan atas pemeriksaan LKPD Tahun Anggaran 2024 menunjukkan ketiga daerah tersebut memiliki hasil opini yang berbeda. Dalam penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan pada Mei 2025, BPK memberikan opini WTP dengan Penekanan Hal Lain (WTP-PHL) kepada Kabupaten Muara Enim.
Sementara Kabupaten Empat Lawang memperoleh WTP dengan Penekanan Suatu Hal (WTP-PSH). Adapun PALI justru memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Pada tahun yang sama, Musi Banyuasin juga memperoleh WDP.
Untuk memahami konteks lebih luas, ketiga daerah ini juga memiliki kapasitas anggaran yang berbeda dalam APBD 2024:
| Daerah | Pendapatan Daerah (±) | Belanja Daerah (±) | Ketergantungan Transfer Pusat |
| Muara Enim | Rp3,5–4,0 triliun | Rp3,8–4,2 triliun | Tinggi (DBH & DAU dominan) |
| PALI | Rp1,2–1,5 triliun | Rp1,3–1,6 triliun | Sangat tinggi |
| Empat Lawang | Rp1,0–1,3 triliun | Rp1,1–1,4 triliun | Sangat tinggi |
Catatan: angka merupakan kisaran berdasarkan ringkasan APBD dan realisasi fiskal daerah (data publik Pemda & DJPK Kemenkeu).
Baca Juga: Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
Data ini menjadi relevan karena dalam banyak kasus audit BPK, kompleksitas anggaran sering berkorelasi dengan tingkat temuan pemeriksaan, meskipun tidak otomatis berkaitan dengan tindak pidana.
PALI dan cerita WDP menuju WTP
Nama PALI mencuat dalam penyidikan setelah KPK memeriksa Bupati PALI Asgianto pada 18 Agustus 2026. KPK mendalami dugaan komunikasi dan permintaan bantuan Asgianto kepada pihak swasta Augusz Dewanggara alias Angga serta Anggota V BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi agar Kabupaten PALI memperoleh opini WTP.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut PALI sejak 2013 belum pernah mendapatkan WTP dan opininya selalu WDP. “Kabupaten Pali ini sejak 2013 belum pernah mendapatkan WTP. Opininya selalu WDP,” ujar Budi.
Dalam pemeriksaan LKPD 2024, Muara Enim memperoleh opini WTP-PHL. Namun, perkara yang kini ditangani KPK bukan sekadar mengenai label opini tersebut.
Kasus bermula dari pemeriksaan laporan keuangan Pemkab Muara Enim Tahun Anggaran 2025. KPK menduga terdapat temuan audit yang nilainya melebihi batas materialitas, kemudian muncul upaya untuk mengubah hasil pemeriksaan tersebut. Dalam konstruksi perkara KPK, fee sekitar Rp1,6 miliar diduga diminta untuk mengubah hasil audit.
Berita Terkait
-
Siapa yang Menentukan Audit BPK di 3 Daerah Sumsel? Ini yang Kini Didalami KPK
-
Bupati PALI Asgianto Diperiksa KPK, Terungkap Daerahnya Gagal Raih WTP Selama 13 Tahun
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
POSPERA Sumsel Kecam Aksi Premanisme Ormas di Polda Sumsel, Desak Korporasi Pelaku Karhutla Ditindak
-
Kronologi Wartawan Tribun dan PalTV Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel
-
Ultimatum 5x24 Jam Berakhir, Mahasiswa UIN Desak Herman Deru Mundur sebagai Gubernur Sumsel
-
2 Wartawan Dikeroyok Saat Liput Demo Karhutla di Polda Sumsel, Sempat Diintimidasi Hapus Video
-
Pantau Api, Website Berbasis AI Buatan Dosen MDP Palembang untuk Prediksi Kabut Asap Sumsel