- Tim gabungan memadamkan karhutla di Sumatera Selatan pada 20 Agustus 2026, dengan delapan lokasi masih terbakar.
- Kendala utama pemadaman di lapangan adalah minimnya ketersediaan air akibat kanal yang mulai mengering.
- Desa Muara Medak di Musi Banyuasin menjadi lokasi terberat dengan luas lahan terbakar mencapai 115 hektare.
SuaraSumsel.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum sepenuhnya terkendali. Hingga Kamis (20/8/2026) malam, karhutla Sumsel masih terjadi di delapan lokasi yang belum padam dan terus ditangani tim gabungan di tengah kondisi kemarau yang membuat sumber air semakin terbatas.
Laporan Posko Pengendalian Karhutla Sumatera per 20 Agustus pukul 19.00 WIB mencatat terdapat 12 lokasi karhutla yang mendapat penanganan di Sumsel. Empat lokasi telah dinyatakan padam, sementara delapan lainnya masih dalam proses pemadaman.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, mengatakan pemadaman saat ini dipusatkan di sejumlah wilayah yang dinilai paling sulit, terutama OKI, Muara Medak di Musi Banyuasin dan Gelumbang di Muara Enim. Kondisi kanal yang mulai mengering membuat ketersediaan air menjadi kendala utama di lapangan.
“Kendala saat ini ketersediaan air makin minim sehingga kami tidak leluasa menambah pasukan lagi,” ujar Ferdian.
Delapan lokasi masih ditangani
Berdasarkan laporan penanganan karhutla, delapan lokasi yang masih dalam proses pemadaman tersebar di beberapa daerah. Di Ogan Ilir, api masih ditangani di Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara.
Kemudian di Muara Enim, penanganan berlangsung di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang dan Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan.
Sementara di Musi Banyuasin, tim masih berjibaku di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir.
Adapun di Ogan Komering Ilir (OKI), tiga lokasi masih menjadi perhatian, yakni Desa Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan; Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk; serta Desa Pangkalan Lampam, Kecamatan Pangkalan Lampam. Sementara empat lokasi yang sudah dinyatakan padam berada di Ogan Ilir, Banyuasin, Muara Enim dan Lahat.
Baca Juga: Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban
Muara Medak paling berat
Salah satu lokasi yang menyita perhatian adalah Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Musi Banyuasin. Luas lahan yang terbakar di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 115 hektare. Tim Manggala Agni bahkan telah berada di lokasi selama delapan hari untuk melakukan pemadaman.
Kondisi di lapangan tidak mudah. Semakin terbatasnya sumber air membuat petugas tidak bisa begitu saja menambah kekuatan personel.
Ferdian mengatakan tim saat ini juga mengupayakan alat berat untuk membantu membuka akses menuju lokasi kebakaran. “Satgas sedang mengupayakan alat berat,” katanya.
Di lokasi tersebut, dukungan operasi udara juga dikerahkan untuk membantu mempercepat pemadaman.
Selain Muara Medak, sejumlah titik di OKI menjadi perhatian karena kebakaran masih berlangsung. Ferdian mengatakan luas kebakaran di beberapa lokasi OKI berada di kisaran 4 hingga 5 hektare. Pemadaman dilakukan sedini mungkin agar api tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Berita Terkait
-
Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban
-
Sumsel Makin Membara, 449 Hotspot Karhutla Mengintai Kesehatan Pernapasan Warga
-
Musim Kemarau Ekstrem, Kilang Plaju Salurkan Bantuan Logistik untuk Petugas BPBD Sumsel
-
Rudiansyah Jadi 'Superman' Lawan Karhutla, Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Terus Berulang?
-
Karhutla Sumsel Pecahkan Rekor 8 Tahun, Luas Terbakar Tembus 1.926 Hektare
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor
-
Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis
-
Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung
-
Jangan Takut Gagal, Kisah Reski Menembus Pendidikan Tinggi Lewat BIDIKSIBA PTBA
-
Wajah Lain Krisis Karhutla: Anak Terpapar Asap, Perempuan Lebih Berat Merasakan Beban