- Harga karet di Sumatera Selatan bertahan di atas Rp40 ribu per kilogram sepanjang Juni karena penguatan nilai tukar dolar Amerika.
- Penurunan produktivitas kebun rakyat akibat faktor cuaca dan tanaman tua menghambat potensi keuntungan maksimal bagi para petani karet.
- Petani dengan kualitas bokar rendah menerima harga jauh di bawah acuan pasar sehingga tidak sepenuhnya menikmati tren kenaikan harga.
SuaraSumsel.id - Ketika nilai tukar rupiah menghadapi tekanan akibat menguatnya dolar Amerika Serikat, harga karet di Sumatera Selatan justru masih bertahan di level yang selama ini diimpikan petani. Harga karet acuan bahkan tetap berada di atas Rp40 ribu per kilogram dalam beberapa pekan terakhir. Namun, kondisi itu ternyata belum sepenuhnya membuat petani bisa bernapas lega.
Berdasarkan data perdagangan karet SGX-Sicom yang menjadi acuan pasar global, harga karet masih bergerak di kisaran Rp40 ribu hingga Rp41 ribu per kilogram untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen. Pada awal Juni bahkan sempat menembus Rp40.802 per kilogram, sementara pada pertengahan Juni masih bertahan di sekitar Rp40.147-Rp40.334 per kilogram.
Kondisi ini sejalan dengan pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Karena perdagangan karet dunia menggunakan mata uang dolar, penguatan dolar otomatis ikut mendongkrak nilai jual komoditas ekspor seperti karet ketika dikonversi ke rupiah.
Harga Tinggi, Produksi Justru Menurun
Di balik kabar baik tersebut, pelaku usaha dan petani menghadapi persoalan lain yang tidak kalah serius, yakni berkurangnya pasokan bahan baku karet dari kebun rakyat.
Sejumlah petani di Sumsel disebut belum mampu meningkatkan produksi secara signifikan meski harga sedang berada pada tren positif. Faktor cuaca, usia tanaman, hingga berkurangnya minat sebagian petani untuk merawat kebun secara intensif menjadi penyebab produksi belum pulih maksimal.
Akibatnya, kenaikan harga belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan petani. Sebab volume karet yang dijual tidak sebanyak saat produktivitas kebun berada pada kondisi normal.
Sekretaris DPW Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, sebelumnya menjelaskan bahwa bertahannya harga di atas Rp40 ribu menunjukkan pasar global masih cukup kuat dan belum mengalami tekanan besar. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi industri karet Sumsel.
Namun di lapangan, keuntungan yang dirasakan petani tidak selalu sama.
Baca Juga: Sawit dan Karet Kuasai 2,8 Juta Hektare, Mengapa PAD Sumsel Belum Maksimal?
Petani dengan kadar karet kering tinggi memang bisa menikmati harga yang lebih baik. Sebaliknya, petani yang menjual bokar berkualitas rendah tetap menerima harga yang jauh di bawah harga acuan pasar.
Berdasarkan perhitungan harga KKK, petani dengan kualitas 70 persen hanya menerima sekitar Rp28 ribuan per kilogram, sedangkan kualitas 60 persen berada di kisaran Rp24 ribuan per kilogram.
Meski rupiah yang melemah sering dianggap kabar buruk bagi ekonomi domestik, kondisi tersebut justru memberikan keuntungan bagi komoditas ekspor seperti karet.
Ketika dolar menguat, nilai ekspor yang diterima dalam dolar akan menghasilkan nilai rupiah yang lebih besar. Faktor inilah yang ikut menjaga harga karet tetap tinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Karena itu, selama permintaan global tetap terjaga dan dolar masih berada pada level kuat, harga karet Sumsel diperkirakan masih memiliki peluang bertahan di atas level psikologis Rp40 ribu per kilogram.
Tantangan Besarnya Ada di Kebun
Berita Terkait
-
Sawit dan Karet Kuasai 2,8 Juta Hektare, Mengapa PAD Sumsel Belum Maksimal?
-
'Kalau Dolar Terus Naik, Kami Bisa Susah', Pedagang dan Peternak di Sumsel Mulai Khawatir
-
Waswas! Tarif AS Ancam Masa Depan Ekspor Karet Sumsel
-
Ekspor Karet Sumsel Terancam Tarif AS, Pengusaha Desak Perundingan Dagang
-
Harga Karet Naik! KKK 100 Persen Tembus Rp33.516, Ini Daftar Lengkap Terbaru
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Harga Karet Sumsel Tembus Rp43 Ribu, Naik Rp1.199 dalam Dua Hari
-
Mau Seru-seruan di Pestapora 2026? Manfaatkan Cicilan 0% BRI Kartu Kredit
-
Hujan Turun di Palembang, Apakah Kabut Asap Benar-Benar Hilang?
-
Harga Timah Tembus US$54.250, Kenapa Komoditas Ini Makin Diburu Dunia?