Tasmalinda
Senin, 03 Agustus 2026 | 18:24 WIB
Beruang liar ngamuk di Muratara, dua petani karet diserang berturut-turut
Baca 10 detik
  • Dua petani karet di Kabupaten Musi Rawas Utara diserang beruang liar pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
  • Kedua korban mengalami luka-luka serius akibat serangan tersebut dan telah berhasil dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis.
  • Pihak kepolisian bersama BKSDA Sumatera Selatan memantau lokasi kejadian serta meminta petani meningkatkan kewaspadaan.

SuaraSumsel.id - Aktivitas menyadap karet di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, berubah menjadi mimpi buruk. Dua petani menjadi korban serangan seekor beruang liar yang muncul tiba-tiba di kawasan Sungai Punti, Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu, Sabtu (1/8/2026) pagi.

Yang mengejutkan, setelah menyerang korban pertama, beruang tersebut tidak langsung menghilang. Satwa liar itu kembali menyerang petani lain yang sedang bekerja di kebun berbeda, sekitar 300 meter dari lokasi pertama.

Kapolsek Rawas Ulu Iptu Hari Suharto membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban pertama, Runza (42), sedang menyadap karet bersama istrinya ketika seekor beruang tiba-tiba keluar dari semak dan langsung menyerang.

Akibat serangan itu, Runza mengalami luka di tangan kanan dan lengan kiri. Dalam kondisi panik, ia berusaha melawan menggunakan pahat sadap karet hingga akhirnya beruang melarikan diri.

Namun, pelarian beruang itu justru mengarah ke kebun milik warga lain.

Sekitar 300 meter dari lokasi pertama, satwa tersebut kembali menyerang Ibrahim (60) yang sedang beraktivitas di kebunnya.

Korban mengalami luka robek serius di tangan kanan hingga menyebabkan tulangnya remuk sebelum beruang akhirnya kabur meninggalkan lokasi.

Kedua korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.

Polisi dan BKSDA Pantau Keberadaan Beruang

Baca Juga: Harga Karet Sumsel Tetap di Atas Rp40 Ribu saat Dolar Menguat, Kok Petani Belum Lega?

Pasca-kejadian, kepolisian bersama warga melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemunculan kembali satwa liar tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan guna menentukan langkah penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Rawas Ulu mengimbau masyarakat, khususnya petani yang beraktivitas di kebun, agar meningkatkan kewaspadaan.

Ia meminta warga tidak pergi ke kebun seorang diri, membawa alat yang dapat digunakan untuk perlindungan diri, serta segera melapor kepada kepolisian atau BKSDA apabila melihat keberadaan beruang.

"Kami mengimbau masyarakat yang ke kebun agar tidak sendirian, membawa alat pelindung diri, dan segera melapor ke Polsek atau BKSDA jika melihat keberadaan beruang," ujar Iptu Hari Suharto.

Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah Sumatera Selatan. Dalam beberapa bulan terakhir, beberapa kasus serangan beruang terhadap petani juga dilaporkan terjadi di wilayah Musi Rawas sehingga aparat dan BKSDA terus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun atau kawasan yang berbatasan dengan hutan.

Load More