- Gubernur Herman Deru menyatakan antrean solar subsidi di Sumatra Selatan disebabkan oleh alokasi yang jauh dari usulan.
- Pemerintah daerah mengusulkan kebutuhan Biosolar sebesar 2,8 juta kiloliter, tetapi hanya mendapat alokasi sekitar 650.000 kiloliter.
- Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Herman Deru di Kabupaten Empat Lawang pada Selasa, 22 September 2026.
SuaraSumsel.id - Antrean kendaraan untuk mendapatkan solar subsidi masih menjadi persoalan di Sumatera Selatan. Di tengah kondisi tersebut, muncul angka yang menunjukkan besarnya jarak antara kebutuhan yang diajukan daerah dan alokasi yang diterima.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut kebutuhan Biosolar yang diusulkan Sumsel mencapai sekitar 2,8 juta kiloliter (KL) per tahun. Namun, alokasi yang diterima hanya sekitar 650.000 KL. Pernyataan itu disampaikan Herman Deru saat berada di Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang, Selasa (22/9/2026).
“Sumatera Selatan ini Gubernur atas usulan Bupati-Bupati itu memohon kepada BPH Migas 2,8 juta KL per tahun. Tapi nyatanya kita hanya mendapat alokasi lebih kurang 650.000 KL,” kata Herman Deru, belum lama ini.
Angka tersebut menunjukkan adanya selisih sekitar 2,15 juta KL antara kebutuhan yang diusulkan dengan alokasi yang disebut diterima Sumsel.
Namun, angka 650.000 KL merupakan keterangan terbaru yang disampaikan Deru. Sebelumnya, dalam pembahasan antrean BBM pada 8 September 2026, ia menyebut alokasi solar Sumsel sekitar 629.000 KL, sedangkan tahun sebelumnya sekitar 655.000 KL.
Kebutuhan 2,8 juta KL, alokasi sekitar 650 ribu KL
Jika menggunakan angka terbaru yang disampaikan pada 22 September, terdapat perbedaan cukup besar antara jumlah yang diajukan dan alokasi yang diterima.
Kebutuhan yang diusulkan sebanyak 2,8 juta KL per tahun sementara alokasi yang disebut diterima mencapai sekitar 650.000 KL per tahun. Dengan angka tersebut, alokasi yang diterima berada di kisaran seperempat dari kebutuhan yang diajukan.
Kesenjangan inilah yang menjadi salah satu konteks untuk melihat mengapa persoalan solar bersubsidi terus muncul di lapangan.
Baca Juga: Harga Karet Sumsel Tembus Rp43 Ribu, Naik Rp1.199 dalam Dua Hari
Herman Deru sebelumnya juga menyebut antrean BBM, khususnya Biosolar, kembali memanjang di sejumlah wilayah Sumsel. Dalam rapat pembahasan penyaluran BBM pada awal September, ia mengatakan kondisi antrean tersebut tidak bisa diabaikan.
Angka 629 ribu KL dan 650 ribu KL, apa bedanya?
Pada 8 September 2026, Deru menyebut alokasi solar yang diterima Sumsel sekitar 629.000 KL. Ia membandingkannya dengan alokasi tahun sebelumnya yang disebut mencapai sekitar 655.000 KL. Kemudian pada 22 September 2026, saat berada di Muara Pinang, Deru menyebut angka alokasi yang diterima sekitar 650.000 KL.
Keduanya sama-sama merupakan angka yang disampaikan Herman Deru, tetapi berasal dari waktu penyampaian berbeda.
Karena itu, angka tersebut tidak seharusnya diperlakukan sebagai satu data yang sama persis. Untuk kondisi terbaru, angka sekitar 650.000 KL merupakan pernyataan Deru yang lebih baru.
Sementara angka 629.000 KL dapat digunakan sebagai data pembanding dari pernyataannya pada awal September.
Tag
Berita Terkait
-
Harga Karet Sumsel Tembus Rp43 Ribu, Naik Rp1.199 dalam Dua Hari
-
Bupati Askolani Sebut Bimtek Kepsek Ilegal, Kok Bisa Berujung OTT Polda Sumsel?
-
Sinergi Bersama Pemprov Sumsel, Kilang Plaju Salurkan 10 Ribu Bibit Patin Dukung GSMP
-
Di Balik Antrean Solar Sumsel, Muncul Dugaan Mafia hingga Operator Gunakan Lima Barcode
-
Gudang Simpan 8.040 Liter Solar Subsidi di Jambi Digeberek, Polisi Buru Pemilik
Terpopuler
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Gibran Diperkarakan di MK, Prabowo Nanti Bisa Ajukan 2 Nama Wapres ke MPR
- 5 Sneakers Empuk yang Cocok untuk Jalan Kaki, Ada Skechers hingga ASICS
Pilihan
-
Kru Kapal Rombongan Wartawan Peliput Gunung Anak Krakatau Ditemukan Meninggal
-
Tes DNA Cocok: Jenazah di Pulau Enggano Dipastikan Sukarman, ABK Kapal Rombongan Jurnalis Hilang
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
Terkini
-
Antrean Solar Sumsel Belum Reda, Kebutuhan 2,8 Juta KL Hanya Dialokasikan 650 Ribu KL
-
BRI Private Perkuat Layanan Eksklusif Lewat Premium Medical Check Up
-
BRI inFrame 2026 Kembali, Mengabadikan Inspirasi di Balik Ekonomi Kerakyatan
-
Anton Dimakamkan Kedinasan, Keluarga Ungkap Masalah Rumah Tangga Sebelum Tewas Ditikam Istri
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan