Tasmalinda
Rabu, 05 Agustus 2026 | 15:01 WIB
Ilustrasi angka kemiskinan di Sumatera Selatan, kemiskinan Sumsel turun tapi 870 ribu warga masih hidup di bawah garis miskin
Baca 10 detik
  • BPS Sumsel merilis persentase penduduk miskin turun menjadi 9,50 persen pada Maret 2026.
  • Wilayah perdesaan mencatat angka kemiskinan lebih tinggi daripada wilayah perkotaan di Sumatera Selatan.
  • Beras dan rokok kretek filter menjadi komoditas penyumbang terbesar garis kemiskinan daerah tersebut.

Tren Kemiskinan Terus Membaik

Secara jangka panjang, kondisi kemiskinan di Sumsel menunjukkan tren yang membaik. Dalam satu dekade terakhir, jumlah penduduk miskin turun dari 1,10 juta orang pada Maret 2016 menjadi 869,97 ribu orang pada Maret 2026. Persentase kemiskinan juga menurun dari 13,54 persen menjadi 9,50 persen.

Menurut BPS, penurunan kemiskinan pada periode September 2025 hingga Maret 2026 dipengaruhi sejumlah faktor, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, konsumsi rumah tangga yang meningkat, produksi padi yang naik, inflasi yang terkendali, nilai tukar petani yang berada di atas 100, serta berbagai program bantuan sosial yang terus berjalan.

Meski demikian, keberadaan hampir 870 ribu warga yang masih hidup di bawah garis kemiskinan menjadi pengingat bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Sumatera Selatan masih memerlukan kerja berkelanjutan dari pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Load More