- Polres Muratara menetapkan Direktur PT ALS, Chandra Lubis, dan pemilik truk tangki sebagai tersangka kecelakaan maut.
- Kecelakaan bus PT ALS dan truk tangki BBM di Kabupaten Muratara tersebut menewaskan 19 orang korban.
- Penyidik kepolisian belum membeberkan secara rinci mengenai konstruksi perkara maupun pasal yang dikenakan kepada kedua tersangka.
SuaraSumsel.id - Penetapan Direktur PT Antar Lintas Sumatera (ALS) sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan bus yang menewaskan 19 orang di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, membuat publik mulai mencari sosok yang memimpin salah satu perusahaan otobus tertua di Indonesia tersebut.
Direktur PT ALS ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Polres Muratara meningkatkan perkara dari tahap penyelidikan ke penyidikan. Selain direktur perusahaan, polisi juga menetapkan pemilik perusahaan truk tangki BBM sebagai tersangka.
Kasat Lantas Polres Muratara AKP Muhamad Karim mengatakan penyidik telah mengumpulkan alat bukti yang cukup sebelum menetapkan dua tersangka. "Benar perkaranya naik penyidikan dan telah menetapkan dua orang tersangka," kata Karim.
Hingga kini polisi belum membeberkan secara rinci konstruksi perkara maupun pasal yang dikenakan kepada masing-masing tersangka.
Siapa Direktur PT ALS?
Direktur PT Antar Lintas Sumatera merupakan pimpinan perusahaan yang bertanggung jawab atas operasional salah satu perusahaan angkutan antarkota antarprovinsi tertua di Indonesia. PT ALS atau Antar Lintas Sumatera dikenal sebagai operator bus yang melayani perjalanan lintas Sumatera hingga Pulau Jawa. Perusahaan ini memiliki jaringan trayek panjang yang menghubungkan Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung hingga Jakarta dan sejumlah kota lainnya.
Selama puluhan tahun, ALS menjadi salah satu nama besar dalam industri transportasi darat Indonesia, khususnya untuk layanan antarkota jarak jauh. Sebagai direktur perusahaan, jabatan tersebut berada pada level pengambil keputusan strategis yang berkaitan dengan tata kelola perusahaan, operasional, hingga kebijakan internal.
Namun demikian, kepolisian belum mengungkap secara terbuka peran spesifik yang menjadi dasar penetapan status tersangka dalam perkara kecelakaan Bus ALS. Saat kunjungan Gubernur Sumut, Bobby Nasution pasca kecelakaan tersebut disebutkan jika direktur perusahaan bus ini adalah Chandra Lubis
Mengenal PT Antar Lintas Sumatera
Baca Juga: Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
PT Antar Lintas Sumatera atau ALS berdiri sejak akhir dekade 1960-an dan berkembang menjadi salah satu perusahaan otobus terbesar di Pulau Sumatera.
Perusahaan ini dikenal melayani rute-rute antarkota dengan jarak tempuh sangat panjang, termasuk Medan–Jakarta, Medan–Bandung, Medan–Yogyakarta, Padang–Jakarta hingga berbagai kota lain di Sumatera.
Armada ALS selama bertahun-tahun menjadi pilihan masyarakat untuk perjalanan antarpulau karena memiliki jaringan yang luas.
Selain melayani penumpang, perusahaan juga menjadi bagian penting transportasi darat di wilayah Sumatera. Nama PT ALS menjadi perhatian nasional setelah salah satu armadanya mengalami kecelakaan di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara.
Kecelakaan tersebut menewaskan 19 orang dan menjadi salah satu insiden transportasi paling mematikan di Sumatera Selatan dalam beberapa tahun terakhir.
Perkembangan terbaru, penyidik menetapkan Direktur PT ALS sebagai tersangka bersama pemilik perusahaan truk tangki BBM. Kasus tersebut masih terus diproses oleh kepolisian hingga saat ini.
Berita Terkait
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Direktur Bus ALS Jadi Tersangka, Kasus Kecelakaan 19 Korban Naik ke Tahap Penyidikan
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius
-
Tangis Keluarga Pecah, 11 Korban Bus ALS Akhirnya Teridentifikasi Melalui DNA
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Bermain di Teras Saat Hujan, Bocah 12 Tahun di Gandus Palembang Tewas Tersengat Listrik
-
Chandra Asri Group Hadirkan Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Bengkulu Melalui Pembangunan Sumur Bor
-
Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti
-
Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia
-
Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi