- Bocah laki-laki di Kertapati Palembang mengaku dipukul dua kali oleh pria diduga polisi saat bermain layang-layang pada Rabu, 15 Juli 2026.
- Kapolsek Kertapati mengonfirmasi bahwa terduga pelaku yang terekam CCTV adalah anggota kepolisian berinisial Aipda AS dan sedang dalam penyelidikan.
- Keluarga korban melaporkan insiden tersebut ke media sosial hingga memicu perhatian publik serta desakan transparansi penegakan hukum dari masyarakat.
SuaraSumsel.id - Kasus dugaan kekerasan terhadap seorang bocah laki-laki di Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan, menjadi perhatian publik setelah rekaman CCTV dan video pengakuan korban viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, bocah tersebut mengaku dipukul dari belakang oleh seorang pria yang diduga merupakan anggota kepolisian saat sedang bermain layang-layang. Peristiwa itu memicu beragam reaksi masyarakat hingga mendorong kepolisian melakukan penyelidikan.
Berikut lima fakta yang diketahui hingga saat ini.
1. Peristiwa Terjadi saat Korban Bermain Layang-layang
Insiden tersebut terjadi di Jalan Ki Marogan, Lorong Porka, Kecamatan Kertapati, Palembang, pada Rabu, 15 Juli 2026, sekitar pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, korban terlihat sedang bermain layang-layang ketika didatangi seorang pria. Tak lama kemudian, bocah itu tampak terkena pukulan di bagian kepala sebelum pria tersebut meninggalkan lokasi.
2. Korban Mengaku Dipukul Dua Kali hingga Pusing
Dalam video yang direkam keluarganya, bocah tersebut mengaku dipukul dua kali dari arah belakang saat sedang asyik bermain.
"Tadi lagi main layangan, digebuk kepalanya dua kali. Sakit kepala aku, sampai pusing," kata korban dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Saat ditanya alasan dirinya dipukul, korban mengaku tidak mengetahui penyebabnya.
Baca Juga: Sumsel Bhayangkara Run 2026 Digelar Minggu, KAI Ingatkan Penumpang Jangan Terlambat ke Stasiun
Ia mengatakan sama sekali tidak berinteraksi dengan pria yang diduga memukulnya sebelum kejadian.
3. Keluarga Sebut Anak Mengalami Trauma
Ibu korban kemudian mengunggah rekaman CCTV sekaligus video pengakuan anaknya ke media sosial.
Dalam unggahan tersebut, ia meminta perhatian Kapolda Sumatera Selatan dan Bidang Propam Polri agar dugaan kekerasan terhadap anaknya diproses sesuai aturan.
Menurut keluarga, selain mengeluhkan sakit kepala, korban juga mengalami trauma psikologis dan takut keluar rumah setelah kejadian.
4. Polisi Benarkan Terduga Pelaku Anggota Polsek Kertapati
Berita Terkait
-
Sumsel Bhayangkara Run 2026 Digelar Minggu, KAI Ingatkan Penumpang Jangan Terlambat ke Stasiun
-
KAI Tambah Kereta Eksekutif KA Sindang Marga Akomodir Libur Tahun Baru Islam 1448 H
-
PT KAI Imbau Penumpang Datang Lebih Awal ke Stasiun Kertapati saat CFD Ampera Minggu Pagi
-
Tangis Pecah Saat Penangkapan di Kertapati, Tersangka Pembunuhan Bersimpuh Cuci Kaki Ibu
-
Triwulan I 2026, KAI Divre III Palembang Angkut 380 Wisman, Tumbuh 3 Persen
Terpopuler
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- Ini 3 Pilihan Terbaik HP Snapdragon Termurah dengan Layar AMOLED
- Lagu Runaway Menggema di SUGBK, Jadi Penutup Konser Kanye West di Jakarta
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer
-
Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa
-
DPRD Sumsel Desak Polisi Tindak 20 Korporasi Karhutla, Sejauh Mana Penyidikannya?
-
4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Brio vs Fuso di Bangka Tengah, Begini Dugaan Awal Polisi
-
Karhutla Sumsel Terus Berulang, Gambut Mengering dan Kearifan Lokal Kian Terabaikan