- Video penangkapan tersangka pencabulan di Pasar Inpres, Lubuklinggau, viral karena menampilkan oknum polisi menginjak kepala pria yang diborgol.
- Polisi menyatakan tersangka melawan saat penangkapan, namun tindakan petugas tersebut memicu perdebatan publik terkait batas kewenangan penegakan hukum.
- Pihak kepolisian saat ini tengah memeriksa oknum terkait melalui Propam guna memastikan apakah prosedur penangkapan telah sesuai aturan.
SuaraSumsel.id - Kerumunan pasar di kota Lubuklinggau, mendadak hening saat momen itu terjadi. Seorang pria sudah dalam kondisi diborgol, tubuhnya terbaring di tanah. Namun di tengah situasi yang seharusnya sudah terkendali, sebuah tindakan justru memicu tanda tanya, kepalanya terlihat diinjak oleh aparat.
Detik itulah yang terekam kamera dan kini menyebar luas di media sosial.
Video penangkapan di Pasar Inpres, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, tersebut tak hanya viral, tetapi juga memantik gelombang empati dan perdebatan. Bukan semata soal siapa pria itu, melainkan bagaimana perlakuan yang diterimanya saat sudah tidak lagi bebas bergerak.
Dalam rekaman yang beredar, pria tersebut terlihat sudah diborgol saat diamankan polisi. Namun di momen tertentu, seorang petugas tampak menginjak bagian kepalanya. Adegan itu sontak mengundang reaksi keras dari warganet.
Sebagian mempertanyakan, apakah tindakan tersebut masih dalam batas penegakan hukum, atau justru sudah melampaui kewenangan.
Di sisi lain, polisi memberikan penjelasan bahwa pria tersebut diduga terlibat kasus pencabulan dan sempat melawan saat hendak diamankan. Situasi di lapangan disebut tidak sepenuhnya kondusif, sehingga petugas mengambil tindakan tegas.
Kanit Patroli Polres Lubuklinggau, Ipda Andi Sagitar membenarkan peristiwa adanya pristiwa tersebut. Namun penjelasan itu belum sepenuhnya meredakan sorotan publik.
Bagi banyak orang, persoalan utamanya bukan hanya pada latar belakang pelaku, tetapi pada kondisi saat tindakan itu dilakukan. Ketika seseorang sudah diborgol, ruang untuk melawan dianggap telah sangat terbatas. Di titik inilah empati publik muncul dan sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap cara aparat bertindak.
Kasus ini pun kini menjadi perhatian internal kepolisian. Oknum yang terlibat dilaporkan tengah diperiksa oleh Propam untuk memastikan apakah prosedur telah dijalankan sesuai aturan.
Baca Juga: Profil 4 Pimpinan DPRD Sumsel, Ini Rincian Anggaran Rumah Dinas Miliaran Masing-Masing
Peristiwa ini memperlihatkan realitas baru di era digital: setiap tindakan di ruang publik dapat terekam, disebarkan, dan dinilai dalam hitungan detik. Dalam situasi seperti itu, batas antara tindakan tegas dan tindakan berlebihan menjadi semakin tipis—dan semakin mudah diperdebatkan.
Berita Terkait
-
Info Lokasi Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Kota Besar Sumsel: Prabumulih, Lubuklinggau, Pagar Alam
-
5 Fakta Remaja Perempuan Diperkosa 2 Oknum Polisi di Jambi, Pupus Harapan Jadi Polwan!
-
7 Fakta Investasi Bodong Rp4 Miliar di Lubuklinggau, Iming-iming Untung 50 Persen Berujung Petaka
-
Tawuran Remaja Kembali Pecah di Lubuklinggau, Warga Mengaku Tak Berani Keluar Malam
-
Cek Fakta: Viral Video Polisi Hancurkan Mobil Warga yang Tak Bersalah, Ini Faktanya
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub
-
Mobil Impian Makin Dekat, BRI KKB Expo 2026 Hadir di 131 Cabang
-
Sambut HUT ke-81 RI, BRI Banjiri Nasabah dengan Promo
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel