- Polisi menetapkan seorang oknum pimpinan pondok pesantren berinisial FI sebagai tersangka kasus pencabulan anak di Musi Rawas.
- Pelaku diduga memanfaatkan kedekatannya sebagai pengajar untuk membawa korban ke kebun sawit dengan modus berpura-pura memancing.
- Kasus ini memicu keresahan warga serta orang tua santri di wilayah Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas.
SuaraSumsel.id - Warga di Lubuk Linggau dan Musi Rawas dibuat geger setelah seorang oknum ustad yang juga disebut sebagai pimpinan pondok pesantren ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah terungkap dugaan modus pelaku yang mengajak korban ke kawasan kebun sawit dengan alasan memancing.
Informasi yang dihimpun, korban disebut masih berstatus santri dan mengenal pelaku sebagai sosok pengajar di lingkungan pesantren.
Peristiwa dugaan pencabulan itu disebut terjadi di kawasan Kabupaten Musi Rawas. Awalnya korban diajak pelaku pergi ke area kebun sawit dengan dalih aktivitas biasa.
Namun situasi berubah hingga akhirnya kasus tersebut dilaporkan dan ditangani pihak kepolisian.
Publik semakin dibuat syok karena pelaku diketahui merupakan figur yang selama ini dikenal di lingkungan pendidikan agama.
Kasus itu pun memicu perhatian warga dan orang tua santri yang khawatir terhadap keamanan anak-anak di lingkungan pendidikan.
Pihak kepolisian akhirnya menetapkan oknum ustad tersebut sebagai tersangka dan melakukan penahanan untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Musi Rawas AKP Redho Agus Suhendra saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah melakukan penahanan terhadap FI.
Baca Juga: Skandal Asusila di Balik Ponpes Lahat: Polisi Tidak Proses Hukum karena Permintaan Korban
“Iya, sudah dilakukan penahanan,” ujarnya singkat dikonfirmasi Kamis (21/5/2026).
Kronologi Dugaan Kasus Jadi Sorotan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya diajak pelaku menuju kawasan kebun sawit dengan alasan memancing.
Modus tersebut kini menjadi perhatian publik karena dianggap memanfaatkan kedekatan dan kepercayaan korban terhadap pelaku.
Tak sedikit warga yang mengaku terkejut setelah mengetahui sosok yang diduga terlibat dalam kasus tersebut merupakan figur pengajar agama.
“Warga tentu syok karena ini melibatkan anak dan lingkungan pesantren,” ujar seorang warga.
Berita Terkait
-
Skandal Asusila di Balik Ponpes Lahat: Polisi Tidak Proses Hukum karena Permintaan Korban
-
Waspada! Modus Kurir Online Ajak 'Cari Teman', Siswi SD di Palembang Jadi Korban
-
Janji Religius UAS Terungkit Lagi Usai OTT KPK Gubernur Riau, Publik Sorot 16 Komitmen
-
Viral Pesan UAS Soal Gubernur Riau yang Terjerat OTT KPK: Doa Tulus atau Pembelaan Halus?
-
5 Fakta Mengejutkan Kasus Pencabulan Pimpinan Ponpes di Bangka Selatan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Hakim Tolak Perlawanan Yaqut Cholil Qoumas, Sidang Korupsi Kuota Haji Berlanjut!
-
Meski Diterima Pimpinan DPR, Botok Pati Pastikan Aksi 27 Agustus Tetap Lanjut
-
Bawa Tuntutan Hukum Mati Koruptor, Botok Cs Diterima Masuk ke Rapat Paripurna DPR
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
Terkini
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
PLN ULP Ampera Jadwalkan Pemadaman Listrik 3 Jam, Cek Wilayah Terdampak
-
PTBA Borong Empat Penghargaan ISEA 2026, Tegaskan Transformasi Keselamatan Kerja
-
17 Tersangka Karhutla Sumsel Diproses, Lalu Bagaimana dengan 545 Hotspot di Konsesi?
-
ISPA Palembang Tembus 9.313 Kasus Saat Kabut Asap Karhutla, Ini Data Terbarunya