- Polisi menetapkan seorang oknum pimpinan pondok pesantren berinisial FI sebagai tersangka kasus pencabulan anak di Musi Rawas.
- Pelaku diduga memanfaatkan kedekatannya sebagai pengajar untuk membawa korban ke kebun sawit dengan modus berpura-pura memancing.
- Kasus ini memicu keresahan warga serta orang tua santri di wilayah Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas.
SuaraSumsel.id - Warga di Lubuk Linggau dan Musi Rawas dibuat geger setelah seorang oknum ustad yang juga disebut sebagai pimpinan pondok pesantren ditetapkan sebagai tersangka dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur.
Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah terungkap dugaan modus pelaku yang mengajak korban ke kawasan kebun sawit dengan alasan memancing.
Informasi yang dihimpun, korban disebut masih berstatus santri dan mengenal pelaku sebagai sosok pengajar di lingkungan pesantren.
Peristiwa dugaan pencabulan itu disebut terjadi di kawasan Kabupaten Musi Rawas. Awalnya korban diajak pelaku pergi ke area kebun sawit dengan dalih aktivitas biasa.
Namun situasi berubah hingga akhirnya kasus tersebut dilaporkan dan ditangani pihak kepolisian.
Publik semakin dibuat syok karena pelaku diketahui merupakan figur yang selama ini dikenal di lingkungan pendidikan agama.
Kasus itu pun memicu perhatian warga dan orang tua santri yang khawatir terhadap keamanan anak-anak di lingkungan pendidikan.
Pihak kepolisian akhirnya menetapkan oknum ustad tersebut sebagai tersangka dan melakukan penahanan untuk proses hukum lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Musi Rawas AKP Redho Agus Suhendra saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah melakukan penahanan terhadap FI.
Baca Juga: Skandal Asusila di Balik Ponpes Lahat: Polisi Tidak Proses Hukum karena Permintaan Korban
“Iya, sudah dilakukan penahanan,” ujarnya singkat.
Kronologi Dugaan Kasus Jadi Sorotan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban awalnya diajak pelaku menuju kawasan kebun sawit dengan alasan memancing.
Modus tersebut kini menjadi perhatian publik karena dianggap memanfaatkan kedekatan dan kepercayaan korban terhadap pelaku.
Tak sedikit warga yang mengaku terkejut setelah mengetahui sosok yang diduga terlibat dalam kasus tersebut merupakan figur pengajar agama.
“Warga tentu syok karena ini melibatkan anak dan lingkungan pesantren,” ujar seorang warga.
Berita Terkait
-
Skandal Asusila di Balik Ponpes Lahat: Polisi Tidak Proses Hukum karena Permintaan Korban
-
Waspada! Modus Kurir Online Ajak 'Cari Teman', Siswi SD di Palembang Jadi Korban
-
Janji Religius UAS Terungkit Lagi Usai OTT KPK Gubernur Riau, Publik Sorot 16 Komitmen
-
Viral Pesan UAS Soal Gubernur Riau yang Terjerat OTT KPK: Doa Tulus atau Pembelaan Halus?
-
5 Fakta Mengejutkan Kasus Pencabulan Pimpinan Ponpes di Bangka Selatan
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
10 Titik CCTV Palembang yang Paling Sering Dipantau Warga, Ampera Nomor 1
-
Detik-detik Bocah di Palembang Terperangkap di Parit Hampir 1 Jam saat Ambil Bola
-
'Kalau Dolar Terus Naik, Kami Bisa Susah', Pedagang dan Peternak di Sumsel Mulai Khawatir
-
Niat Puasa Dzulhijjah 2026 Lengkap Arab dan Latin, Bisa Dibaca Mulai Malam Ini
-
Cara Melihat CCTV Palembang Live dari HP, Pantau Macet hingga Banjir Secara Real Time