Tasmalinda
Selasa, 07 Juli 2026 | 19:18 WIB
Viral mahasiswa Unsri ngaku ditodong pistol usai cekcok di Jalan Soekarno-Hatta Palembang
Baca 10 detik
  • Mahasiswa Universitas Sriwijaya diduga ditodong senjata api oleh pengemudi mobil HRV di Jalan Soekarno-Hatta, Palembang, Jumat (3/7/2026).
  • Insiden bermula dari perselisihan lalu lintas yang memicu pengemudi mobil mengeluarkan ancaman verbal serta menodongkan benda menyerupai senjata.
  • Korban telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan kasus ini masih dalam tahap penyelidikan pihak berwajib.

SuaraSumsel.id - Sebuah video yang memperlihatkan dugaan ancaman menggunakan senjata api terhadap seorang mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) viral di media sosial. Peristiwa yang terjadi di kawasan Jalan Soekarno-Hatta, Palembang, pada Jumat (3/7/2026) itu bermula dari perselisihan lalu lintas yang berujung pada dugaan penodongan senjata api.

Korban diketahui merupakan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya angkatan 2022. Ia mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian dan kini memilih menempuh jalur hukum. Hingga berita ini ditulis, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Dalam keterangannya, korban menceritakan insiden bermula saat dirinya mengendarai sepeda motor dari kawasan Tanjung Barangan menuju Jalan Soekarno-Hatta.

Saat itu, sebuah mobil HRV berwarna putih yang berada di belakang truk berusaha menyalip. Karena posisi korban berada di antara truk dan mobil tersebut, ia mengaku nyaris terjatuh.

"Dia mepet aku sampai aku hampir jatuh. Korban juga melihat ruang kosong di sisi kiri jalan dan mencoba mendahului mobil HRV tersebut, namun pengemudi mobil kembali memepet kendaraannya," ungkap korban.

Perselisihan di jalan berlanjut hingga keduanya berhenti. Korban mengaku sempat membunyikan klakson dan menegur pengemudi HRV atas manuver yang dinilai membahayakan.

Menurut pengakuan korban, teguran tersebut justru memicu emosi pengemudi mobil. Ia mengklaim pengemudi mengeluarkan ancaman verbal.

Korban kemudian mengaku melihat benda yang diduga menyerupai senjata api diarahkan ke arahnya dari dalam mobil. "Korban sendiri mengaku belum dapat memastikan apakah senjata yang ditodongkan tersebut asli, replika, atau senjata mainan. Dalam kondisi tertekan, korban memilih mundur dan merekam situasi menggunakan telepon genggamnya," demikian keterangan yang disampaikan.

Video rekaman itu kemudian dikirim kepada rekan-rekannya sebagai langkah antisipasi. Tak lama kemudian, rekaman tersebut menyebar luas di media sosial hingga memicu perhatian publik.

Baca Juga: Perwali Tolak LGBT Diusulkan di Palembang, Akankah Pemkot Mengabulkannya?

Korban juga menyebut dirinya tidak mengetahui identitas pengemudi HRV tersebut.

Polisi Masih Selidiki

Korban mengaku baru melaporkan kejadian itu ke kepolisian pada Sabtu sore, sehari setelah insiden terjadi. Menurutnya, sebelum membuat laporan resmi, ia sempat diarahkan mengikuti prosedur administrasi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) sebelum pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Reserse Kriminal.

Korban juga mengatakan video yang viral lebih dulu membuat pihak kepolisian menghubunginya pada malam sebelum laporan resmi dibuat.

Karena perkara ini merupakan delik aduan, proses penyelidikan dilakukan setelah laporan resmi diterima oleh kepolisian.

Hingga kini, polisi masih mendalami dugaan ancaman menggunakan senjata api tersebut, termasuk mengumpulkan keterangan para saksi dan menelusuri identitas terlapor.

Load More